Jelang Ramadan, 230 Ekor Sapi di Lamongan Terserang Penyakit PMK
- Imron Saputra/Viva Jatim
Lamongan, VIVA Jatim – Menjelang bulan Ramadan, kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kembali menyerang sapi milik sejumlah peternak di Kabupaten Lamongan. Total, ada 230 ekor sapi pada populasi baru yang terdampak penyakit tersebut.
Dari jumlah 230 itu 5 di antaranya dilaporkan mati akibat terserang penyakit mulut dan kuku tersebut. Kasus itu, kini terus dipantau secara intensif oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lamongan.
Kepala Disnakeswan Lamongan, Shofiah Nurhayati mengatakan, berdasarkan data per 6 Februari, dari 230 sapi di populasi baru, terdapat 67 ekor yang sudah sembuh dan 96 ekor dalam kondisi sehat. Namun, masih ada 51 ekor yang sakit dan 5 sapi dilaporkan mati.
Shofiah menyebut, untuk mengantisipasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), yakni dengan melakukan kombinasi pemantauan pasar hewan secara ketat dan percepatan vaksinasi di zona-zona hijau.
"Untuk kesehatan ternak terus dipantau secara intensif oleh tim medis lapangan dan berdasarkan data terbaru hingga 6 Februari 2026, tercatat ada 230 ekor sapi pada populasi baru yang terdampak," kata Shofiah.
Selain vaksinasi, pemeriksaan fisik rutin dilakukan di titik vital perdagangan. Pemantauan di Pasar Hewan Tikung dan Babat sudah dilaksanakan dengan hasil baik, semua ternak dalam kondisi sehat dan tidak ada yang terjangkit.
Shofiah mengatakan, Lamongan telah menerima dukungan sebanyak 14.000 dosis vaksin dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk membentengi ternak dari penularan virus. Hingga periode 8 Februari 2026, total sebanyak 10.230 dosis telah disuntikkan kepada ternak milik warga.
Vaksinasi tetap dilaksanakan sejak November 2025. Pada Desember 2025 terdistribusi 276 dosis, dan terjadi akselerasi signifikan pada periode Januari hingga 8 Februari 2026 yang mencapai 9.954 dosis.
Vaksinasi di lapangan pun terus berlanjut. Pada Senin 9 Februari 2026 tim Disnakeswan juga menyisir Desa Karangwungu Lor, Kecamatan Laren, untuk melakukan vaksinasi jemput bola.
"Pada giat tersebut, petugas berhasil menyuntikkan vaksin kepada 48 ekor sapi dan 208 ekor kambing. Upaya ini diharapkan mampu memperluas cakupan perlindungan ternak di wilayah kecamatan," pungkasnya.