Prihatin Tragedi Siswa SD di NTT, Warga Bagikan Buku Gratis Depan Grahadi Surabaya

Aksi warga bagikan buku gratis di depan Grahadi Surabaya
Sumber :
  • VIVA Jatim/Rachmad Fahrizal Tito

Surabaya, VIVA Jatim – Puluhan pengguna jalan tampak berhenti dan berkumpul di area Taman Apsari sisi seberang Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Selasa, 10 Februari 2026 siang.

img_title Bantu Kurangi Pengangguran, SEVIMA Siapkan Beasiswa Penuh BINUS untuk Lulusan SMA/SMK

Di tengah kerumunan tersebut terdapat dua orang dewasa yang tampak sengaja mengenakan baju layaknya seragam merah khas siswa Sekolah Dasar yang sedang menata tumpukan buku tulis, pensil, hingga penghapus yang siap dibagikan gratis diatas tandu amulans lipat.

Suasana haru menyelimuti lokasi. Aksi damai itu digelar sebagai bentuk keprihatinan atas peristiwa tragis yang menimpa seorang siswa kelas IV SD di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), berinisial YBS (10). Bocah itu nekat mengakhiri hidupnya karena tak mampu membeli alat tulis.

img_title Polisi Bekuk Pelaku Pengeroyokan 2 Pemuda Saat Konvoi Pesilat di Kendangsari Surabaya

Di sela kegiatan, Kusnan, aktivis 98 yang menjadi penggagas aksi, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut lahir dari kegelisahan bersama.

“Ini bentuk keprihatinan atas peristiwa kemanusiaan yang menimpa adik YBS di NTT,” ujar Kusnan dengan nada lirih.

img_title Update Harga Emas Antam Hari Ini, Rabu, 15 Juli 2026

Ia menilai, tragedi tersebut menjadi tamparan keras bagi semua pihak, terutama para pemangku kebijakan. Menurutnya, persoalan akses pendidikan dasar masih jauh dari kata tuntas.

“Kami berharap aksi kecil ini bisa mengetuk hati para pengambil keputusan agar lebih serius memperhatikan kebutuhan dasar siswa,” katanya.

Dengan suara yang lebih tegas, pria asli arek Suroboyo itu mengingatkan agar peristiwa serupa tidak sampai terjadi di Jawa Timur, khususnya Surabaya.

“Jangan pernah main-main dengan dunia pendidikan jika masalah kemanusiaan serupa terjadi di Jatim dan Surabaya,” tegasnya.

Kusnan bahkan menyatakan siap melaporkan pejabat terkait bila kasus serupa muncul di wilayahnya.

“Ini bukan masalah kecil. Jangan sampai terjadi di Surabaya khususnya dan Jatim pada umumnya. Saya tidak takut meski sendiri untuk mengajukan tuntutan dan melaporkan dari pucuk pimpinan Gubernur, Wali Kota hingga Bupati jika sampai masalah kemanusiaan serupa terjadi di sini,” lanjutnya.

Menurut Kusnan, pendidikan seharusnya dapat diakses secara layak oleh seluruh anak Indonesia tanpa terkendala persoalan ekonomi.

“Jangan sampai ada lagi anak yang kehilangan harapan hanya karena keterbatasan,” ucapnya.

Halaman Selanjutnya
img_title