Kasus Penjual Dawet di Mojokerto Dituduh Lecehkan Siswi SD Berakhir Damai
- VIVA Jatim/M Lutfi Hermansyah
Mojokerto, VIVA Jatim – Kasus penjual dawet di Mojokerto, Slamet Riyadi (61), yang dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap siswi SD berakhir damai. Slamet dengan orang tua siswi SD, Desi Wulandari saling memaafkan.
Perdamain itu terjadi setelah adanya mediasi yang diinisiasi Pilar Desa Canggu di Balai Desa Canggu, Kecamatan Jetis, Mojokerto, pada Rabu, 11 Februari 2026.
Selain kedua belah pihak, Firnanda Putri Novitasari selaku pihak yang pertama kali mengunggah kejadian tersebut di media sosial juga turut dihadirkan.
Mediasi ini dihadiri Bhabinkamtibmas Desa Canggu Aipda Bagus Adianto, Babinsa Desa Canggu Serda Muridun, Kepala Dusun (Kasun) Kedungsumur Sri Wahyuni, Kasun Pelabuhan Agus, dan Kasun Balongsono Nursalim.
“Kedua belah pihak telah bersepakat damai dan tetap saling menjaga kerukunan antar warga dan antar tetangga. Kedua belah pihak sama-sama saling menyadari dan menerima kesepakatan damai tersebut,” kata Kapolsek Jetis AKP Edi Purwo Santoso, Kamis, 12 Februari 2026.
Edi menegaskan, peristiwa ini menjadi pelajaran bagi semua pihak agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
“Kami mengimbau jika ada suatu masalah agar tetap dikomunikasikan secara baik-baik dan tidak terbawa emosi,” ujarnya.
Video yang memperlihatkan penjual es dawet dimaki-maki dan difitnah melakukan pelecehan seksual oleh seorang ibu-ibu, viral setelah diunggah di media sosial, pada Kamis, 5 Februari 2026. Peristiwa tersebut terjadi di depan Lapangan Desa Jetis.
Video Slamet difitnah melecehkan siswi kelas 5 SD itu pertama kali diposting akun Facebook Knayas Umak di grup Info Lantas Mojokerto. Belakangan, pemilik akun tersebut adalah Virnanda Putri Novitasari.
Menurut Edi, kasus ini bermula ketika Slamet menyeberangkan jalan raya putri dari Desi Wulandari sekitar pukul 14.00 WIB. Karena ada kendaraan melintas, sehingga Slamet menarik dan menggandeng tangan si anak hingga menyentuh bagian paha dekat kemaluan.
“Karena merasa kurang nyaman, si anak menceritakan kejadian tersebut kepada Virnanda Putri Novitasari. Lalu Virnanda menyampaikan ke Desi,” ungkapnya.
Seketika itu Desi dengan ditemani Virnanda langsung mendatangi Slamet yang tengah jualan sendirian. Namun, kedatangan Desi ini tanpa basa-basi dan memfitnah Selamat telah melakukan pelecehan seksual terhadap putrinya.