Grand Livina Tiba-tiba Terbakar di Jemursari Surabaya, Tak Ada Korban
- DPKP Surabaya
Surabaya, VIVA Jatim – Sebuah mobil jenis Grand Livina tiba-tiba terbakar di Jalan Raya Jemursari, Kelurahan Jemur Wonosari, Kecamatan Wonocolo, Kota Surabaya, Sabtu, 14 Februari 2026. Beruntung, tidak ada korban luka maupun jiwa dalam peristiwa tersebut.
Kepala Bidang Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, M Rokhim mengatakan, laporan kebakaran diterima pada pukul 19.00 WIB dari sebuah siaran radio.
Mendapat laporan itu, pihaknya dikatakan Rokhim langsung menerjunkan tim untuk menanganinya.
"Unit kami berangkat pukul 19.01 WIB dan tiba di Tempat Kejadian k
Kebakaran [TKK] pukul 19.05 WIB," ujar Rokhim dalam keterangan tertulis.
Dia menjelaskan, satu unit tempur dari Rayon 3 Rungkut yang tiba pertama kali di lokasi dan segera melakukan upaya pemadaman. Selang 10 menit kemudian, api pokok berhasil dipadamkan.
Setelah itu, petugas melakukan proses pembasahan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa. Situasi dinyatakan kondusif pada pukul 19.23 WIB.
Dalam penanganan kejadian ini, DPKP Surabaya mengerahkan dua unit, yakni satu Unit Tempur Rayon 3 Rungkut dan satu Unit Tempur Posko Terpadu (Poskotis) Joyoboyo.
Mobil yang terbakar diketahui merupakan Grand Livina dengan nomor polisi L 1004 FU. Kendaraan tersebut milik RNP (23), warga Jalan Karang Gayam, Kota Surabaya.
Berdasarkan keterangan pemilik, peristiwa bermula saat hendak pulang dari luar kota. Saat melintas di kawasan Jemursari, yang bersangkutan melihat asap muncul dari bagian kap mobil.
Pemilik kemudian segera menepikan kendaraan. Namun tak lama berselang, api justru membesar dari bagian depan mobil.
"Pemilik sempat melakukan pemadaman awal menggunakan alat pemadam api ringan [APAR], namun api masih menyala," lanjut Rokhim.
Dugaan sementara, kebakaran dipicu masalah kelistrikan pada bagian aki kendaraan. Meski mobil mengalami kerusakan, tidak ada korban luka maupun jiwa dalam kejadian ini.
Selain DPKP Surabaya, penanganan di lokasi juga melibatkan BPBD Kota Surabaya serta pihak kepolisian.
"Petugas memastikan lokasi aman sebelum meninggalkan tempat kejadian," tutupnya.