SMK Jatim Cetak Transaksi Rp3 Miliar, Bukti Vokasi Jadi Motor Ekonomi
- Istimewa
Surabaya, VIVA Jatim-Produk karya siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Jawa Timur mencatatkan transaksi fantastis hingga Rp3,074 miliar dalam ajang Expo dan Expose Hebatnya SMK Jatim 2026 yang digelar di Grand City Convex Surabaya, Sabtu, 14 Februari 2026. Angka miliaran rupiah itu bukan sekadar capaian penjualan.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebutnya sebagai bukti konkret bahwa kualitas vokasi di Jawa Timur mampu menjawab kebutuhan pasar dan industri.
“Ini bukan sekadar pameran, tetapi pembuktian. Ketika produk siswa laku di pasar hingga miliaran rupiah, berarti talenta mereka hebat dan dibutuhkan. Anak-anak SMK Jatim telah menunjukkan kualitasnya,” ujar Khofifah pada siaran tertulisnya, Selasa 17 Februari 2026.
Tahun ini, expo mengusung konsep Marketplace Live and Direct, yang mempertemukan langsung produk hasil teaching factory dan teaching industry SMK dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Skema ini dinilai efektif memangkas jarak antara ruang kelas dan dunia kerja nyata.
Khofifah menilai, sejumlah program vokasi di SMK Jatim bahkan tak kalah dengan perguruan tinggi negeri. Mulai dari budidaya ikan, inseminasi buatan lele, hingga produksi komponen industri strategis. Ia mencontohkan, beberapa sparepart yang diproduksi industri pertahanan di Malang merupakan hasil kolaborasi dengan SMK di Mojokerto.
Namun demikian, ia menekankan pentingnya penguatan landasan teori agar inovasi dan kreativitas siswa semakin matang dan berkelanjutan.
“Validasi pasar adalah bukti kompetensi paling nyata. Ini membentuk mental entrepreneur. Anak-anak tidak hanya bisa membuat produk, tetapi memahami nilai ekonomi dan keberlanjutannya,” katanya.
Sekretaris Utama Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, Andi Taufik mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai inovasi SMK Jatim telah menjadi budaya pembelajaran.
“Inovasi di Jawa Timur sudah menjadi lifestyle. Kalau tidak berinovasi, justru dianggap tidak keren. Ini bukti empiris yang kita saksikan bersama,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur SMK Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Arie Wibowo Khurniawan, menyebut pendidikan kejuruan sebagai tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional.
“SMK Jatim tidak hanya teori, tetapi sudah memberi kontribusi nyata. Dengan jumlah sekolah dan siswa yang besar, Jatim berpotensi menjadi model vokasi nasional,” katanya.