Gubernur Khofifah Resmikan Jembatan Berhias Lampu Warna-warni di Mojokerto
- M Lutfi Hermansyah/Viva Jatim
Mojokerto, VIVA Jatim – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Jembatan Bubak di Dusun Kedungpen, Desa Gondang, Kecamatan Gondang, Mojokerto Jembatan tersebut dibangun setelah ambruk pada 2024 silam. Jembatan Bubak kini nampak cantik karena berhias lampu warna-warni kala malam hari.
Peresmian ditandai dengan pengguntingan untaian melati oleh Khofifah yang berlangsung pada Rabu, 19 Februari 2026 malam. Seremoni itu disaksikan Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa (Gus Barra) dan Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah KH Asep Saifudin Chalim.
Juga hadir Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Rizal Octavian, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bina Marga Provinsi Jatim Edy Tambeng Widjaja, anggota DPR Provinsi Jatim Suwandi, Sekda Kabupaten Mojokerto Teguh Gunarko, Wakapolres Mojokerto Kompol Ris Andrian, dan Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Mojokerto Khoirul Amin.
Gubernur Khofifah menuturkan, Jembatan Bubak dibangun setelah diusulkan Gus Barra sebagai respons atas kebutuhan infrastruktur untuk konektivitas wilayah.
“Ketika disampaikan ke saya, saya mengonfirmasi ke Kepala Dinas PU Edy Tambeng dan langsung dicek lapangan. Alhamdulillah sekarang selesai dibangun,” tuturnya kepada wartawan.
Jembatan Bubak dibangun oleh PT Kemuning Yona Pratama dengan nilai kontrak Rp12.166.287.995,76. Memiliki panjang 60 meter dan lebar 7 meter, muatan sumbu terberatnya (MST) yaitu maksimal 10 ton.
Sejak rampung dibangun pada Desember 2025 lalu, Jembatan Bubak langsung menjadi pusat keramaian. Setiap malam, jembatan ramai dikunjungi untuk berswafoto sekaligus nongkrong karena didesain ikonik dengan berhias lampu warna-warni.
Momen ini pun dimanfaatkan pelaku UMKM untuk berjualan di sekitarnya. Sehingga jembatan ini tidak hanya menjadi penghubung antara Desa Gondang dan Kebontunggul, tetapi juga membuka sumber ekonomi baru bagi masyarakat setempat.
“Ketika ada harapan baru, ide baru, sumber ekonomi baru, kita semua bahagia. Kalau ada jembatan sebenernya menjembatani budaya, pendidikan, sosial, ekonomi, mobilitas barang dan jasa,” ungkap Khofifah.