Satu Tahun Pimpin Kediri di Periode Kedua, Mas Dhito Klaim Telah Memperkuat Sektor Pelayanan Publik

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana.
Sumber :
  • Madchan Jazuli.

Kediri, VIVA Jatim-Seluruh kepala daerah genap satu tahun dalam memimpin wilayahnya. Salah satunya Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau yang kerap disapa Mas Dhito. Ia mengklaim selama satu tahun memimpin Kediri pada periode keduanya telah berhasil menguatkan sektor pelayan publik.

img_title Saat Bupati Kediri Mas Dhito Sapa Murid Baru di Hari Pertama MPLS

Politikus PDI-P ini dalam kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Kediri Dewi Maria Ulfa dihadapkan tantangan berat. Terutama pada Agustus tahun lalu saat terjadi demonstrasi besar-besaran yang menyebabkan Gedung Pemkab Kediri hangus dibakar.

Pada 30 Agustus 2025, Kabupaten Kediri sempat dilanda kerusuhan massa yang menyebabkan kerusakan sejumlah fasilitas publik, termasuk di lingkungan kantor pemerintahan.

img_title Pemkab Kediri dan DPRD Sepakati Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025

Pemerintah daerah bergerak cepat melakukan pemulihan fisik maupun pelayanan. Proses normalisasi layanan dilakukan secara bertahap agar masyarakat tetap dapat mengakses kebutuhan administratif tanpa hambatan berarti.

Tak hanya itu, Mas Dhito juga menghadapi kebijakan penyesuaian dan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat yang berdampak pada fiskal daerah dengan nilai efisiensi mencapai Rp265 miliar.

img_title Tingkatkan Kemandirian Fiskal, Mas Dhito Dorong Inovasi Genjot PAD

Meski begitu, Mas Dhito mencatatkan pencapaian signifikan dalam sektor pelayanan publik selama setahun belakangan. Mall Pelayanan Publik (MPP) bahkan diresmikan sebulan pasca terjadi kerusuhan.

MPP dirancang sebagai pusat layanan terpadu untuk memudahkan masyarakat dalam urusan administrasi pemerintahan. Sejak dibuka hingga Januari 2026, MPP telah melayani lebih dari 11.360 kunjungan masyarakat, dengan rata-rata 100–130 pengunjung per hari. Pencapaian ini menunjukkan kebutuhan publik terhadap layanan terpadu yang efisien dan ramah.

"Meski di tengah efisiensi, MPP harus tetap jalan. Ini salah satu bentuk konsistensi Pemkab dalam melayani masyarakat," katanya.

Selain MPP, capaian lainnya adalah terbukanya layanan administrasi kependudukan (adminduk) di seluruh desa di Kabupaten Kediri. Pelayanan adminduk yang sebelumnya berada di kantor kecamatan dan Dinas Dukcapil, sekarang titik layanan bertambah di kantor desa sesuai domisili warga.

Kini, masyarakat bisa menikmati layanan yang diberi nama Satu Hari Jadi Masuk Desa (Sahaja Suka) ini di 326 desa atau 95 persen dari seluruh desa di Kabupaten Kediri. Program ini memang ditujukan agar proses pengurusan hingga pengambilan dokumen dapat dilakukan lebih dekat.

Halaman Selanjutnya
img_title