Barata Indonesia Selesaikan Pressure Vessel untuk PT Pupuk Sriwijaya

Pressure Vessel.
Sumber :
  • Istimewa.

Surabaya, VIVA Jatim-PT Barata Indonesia (Persero) telah menyelesaikan pekerjaan pembuatan Pressure Vessel untuk komponen Pabrik Pupuk. Sebanyak dua unit Pressure Vessel yang diproduksi oleh Perseroan tersebut akan digunakan pada Proyek PT Pupuk Sriwijaya III B.

img_title Indonesia Energy Week Surabaya 2026 Jadi Ruang Pengetahuan Perkembangan Energi dan Kebutuhan Industri

Direktur PT Barata Indonesia (Persero) Hertyoso Nursasongko mengatakan Pressure Vessel tersebut akan dioperasikan dalam proyek pengembangan (extensifikasi) Pabrik Pusri III B. Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi energi, mendukung operasional yang lebih ramah lingkungan, serta memperkuat ketahanan pangan nasional melalui peningkatan kapasitas dan keandalan produksi pupuk.

Penyelesaian pekerjaan ini menegaskan komitmen PT Barata Indonesia (Persero) dalam mendukung pembangunan infrastruktur Proyek Strategis Nasional (PSN) melalui penyediaan produk manufaktur dalam negeri yang berkualitas dan berdaya saing tinggi.

img_title Pelabuhan Memiliki Peran Strategis dalam Menjaga Ketahanan Pangan

“Penyelesaian Pressure Vessel ini mencerminkan peran Barata Indonesia dalam mendukung PSN yang berorientasi pada efisiensi energi, keberlanjutan lingkungan, dan penguatan industri manufaktur nasional,” ujar Hertyoso dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 26 Februari 2026.

Ia menambahkan Barata Indonesia akan terus menjalankan transformasi BUMN melalui penyediaan produk manufaktur berstandar global, berdaya saing, serta memberikan nilai tambah bagi pembangunan nasional.

img_title Mini LNG Plant di Tuban untuk Dukung Optimalisasi Sumber Energi Domestik

Selain mengedepankan pemenuhan standar kualitas internasional dengan mempertahankan sertifikasi American Society of Mechanical Engineers (ASME) “U” Stamp, dalam proses produksinya, Barata Indonesia juga secara konsisten mendorong peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Komitmen tersebut dibuktikan dengan capaian TKDN pada produk Pressure Vessel sebesar 38,77 persen, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kontribusi industri manufaktur nasional dalam rantai pasok proyek strategis.