Lagi, Minimarket Dibobol Maling Gasak 12 Juta dengan Atap Dijebol-CCTV Dimatikan
- Istimewa
Trenggalek, VIVA Jatim – Aksi pencurian dengan pemberatan kembali menyasar toko ritel modern di wilayah Kabupaten Trenggalek. Kali ini, sebuah minimarket yang berlokasi di Desa Pogalan, Kecamatan Pogalan, menjadi korban pembobolan. Pelaku yang diduga beraksi secara profesional berhasil menggasak uang tunai belasan juta rupiah setelah merusak atap dan melumpuhkan sistem keamanan.
Kapolsek Pogalan, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Henri Agus Sutrisno, mengonfirmasi peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa insiden diperkirakan terjadi pada rentang waktu malam hari hingga dini hari, Jumat, 27 Februari 2026.
"Kronologinya, pelaku masuk dengan cara melewati atap bagian belakang Alfamart di Kecamatan Pogalan," ujar AKP Henri saat memberikan keterangan di Mapolsek Pogalan.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), pelaku masuk ke dalam gudang dengan cara menjebol atap. Setelah berhasil masuk, pelaku langsung menuju area brankas penyimpanan uang.
"Setelah menjebol atap, pelaku turun tepat di lokasi brankas. Brankas tersebut kemudian dirusak paksa dan pelaku mengambil isinya berupa uang tunai senilai Rp12 juta," ungkap Henri.
Lebih lanjut, Henri menjelaskan pelaku diduga keluar dari toko melalui jalur yang sama saat mereka masuk. Untuk mencapai atap kembali, pelaku menggunakan bantuan alat yang ada di dalam toko.
"Dimungkinkan pelaku kembali melalui jalan yang sama, yakni melewati atap dengan memanjat kursi dari dalam toko," tambahnya.
Aksi ini tergolong rapi karena pelaku tampaknya mengetahui titik-titik keamanan toko. Henri menyebutkan bahwa pihak kepolisian tidak menemukan rekaman visual saat kejadian berlangsung karena pelaku telah memutus sistem kamera pengawas atau CCTV.
"Untuk rekaman CCTV ini nihil karena kabelnya diputus dan perangkatnya dimatikan oleh pelaku. Selain itu, alarm keamanan di toko tersebut memang sedang tidak dipasang," jelasnya.
Selain kerugian uang tunai, pihak toko juga mengalami kerugian material akibat kerusakan fasilitas. Henri menegaskan bahwa tidak ada barang dagangan lain yang hilang dalam peristiwa ini. Fokus utama pelaku adalah uang tunai di dalam brankas.
"Barang-barang lain tidak ada yang hilang. Kerusakan hanya terjadi pada bagian atap, brankas, sistem CCTV, komputer, dan beberapa sarana lainnya," ujar AKP Henri.