Kaisar Abu Hanifah Nilai Investasi Semikonduktor RI-AS Perkuat Posisi Indonesia di Pasar Global

Anggota DPR RI Kaisar Abu Hanifah.
Sumber :
  • Istimewa.

Jakarta, VIVA Jatim-Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PKB, Kaisar Abu Hanifah menegaskan dukungannya terhadap kerja sama pengembangan semikonduktor antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) senilai Rp 81,98 triliun. Ia menilai langkah tersebut memperkuat posisi Indonesia di rantai pasok semikonduktor global.

img_title Pelaku Usaha Keluhkan KBLI 2025, Kadin Jatim Dorong Regulasi yang Lebih Efisien

"Menurutku ini sangat strategis. Kita dukung dan apresiasi kerja sama pengembangan semikonduktor untuk kemajuan dan kemandirian industri nasional serta meningkatkan peran Indonesia dalam supply chain industri semikonduktor global," ujar Kaisar, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 28 Februari 2026.

Ia menambahkan dengan investasi sebesar Rp 81 triliun, Indonesia tidak hanya mendapatkan dukungan finansial, tetapi juga akses teknologi yang akan memperkuat inovasi dan daya saing di pasar internasional.

img_title Manufacturing Surabaya 2026 Dibuka, Perkuat Industri di Timur Indonesia

Legislator dari dapil DIY ini mencatat bahwa kerja sama tersebut merupakan langkah penting bagi Indonesia untuk mempertegas perannya di pasar semikonduktor internasional yang semakin kompetitif.

Semikonduktor adalah komponen vital yang digunakan dalam berbagai sektor, mulai dari elektronik konsumen, kendaraan listrik, hingga sistem pertahanan.

img_title Manufacturing Surabaya 2026 Dorong Penguatan Ekosistem Manufaktur Timur Indonesia

"Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang di sektor ini, berkat kekayaan bahan baku strategis seperti timah, nikel, dan bauksit. Ini adalah modal berharga yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya," jelasnya.

Dengan nilai investasi Rp 81 triliun, kerja sama RI-AS diharapkan tidak hanya mendorong transfer teknologi dan pengembangan sumber daya manusia, tetapi juga memperkuat ekosistem industri semikonduktor dalam negeri.

Sebagai informasi, sebelumnya RI dan AS menandatangani Joint Development Agreement (JDA) Pengembangan Ekosistem Semikonduktor tahap pertama senilai US$ 4,89 miliar atau Rp 81,98 triliun (kurs Rp 16.765 per dolar AS).

Kerja sama ini memiliki potensi tambahan investasi selanjutnya hingga US$ 26,7 miliar atau Rp 447,62 triliun. Proses penandatanganan disaksikan langsung Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kerja di Washington D.C pada Rabu 18 Februari 2026 lalu.