Ramadan Penuh Makna, 300 Anak Yatim Belanja Baju Lebaran Bersama Orang Tua Asuh

Ramadan Penuh Makna, 300 Anak Yatim Belanja Baju Lebaran Bersama Orang Tua Asuh
Sumber :
  • Viva Jatim/Tofan

Gresik, VIVA Jatim – Digagas oleh Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Gresik, program OASE (Orang Tua Asuh Sehari) mengajak 300 anak yatim merasakan pengalaman yang jarang didapatkan yakni memilih pakaian terbaik untuk Hari Raya didampingi langsung oleh orang tua asuh, Minggu, 1 Maret 2026.

img_title Laga Persik Kediri-Persijap Kantongi Izin Bermain di Kandang, Ini Cara Dapat Tiketnya!

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani tampak tak sekadar membuka acara. Di tengah riuhnya pusat perbelanjaan, menyapa satu per satu anak yatim yang bebas memilih baju Lebaran di salah satu Mal di Gresik.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT Pemerintah Kabupaten Gresik ke-52 dan Hari Jadi Kota Gresik ke-539. Namun lebih dari sekadar agenda perayaan, suasana yang tercipta terasa jauh dari formalitas. 

img_title Odong-odong Sarat Penumpang di Mojokerto Tak Kuat Nanjak Mundur Tabrak Tiang Listrik, 1 Orang Tewas

Tawa anak-anak yang mencoba baju, diskusi kecil memilih warna favorit, hingga mata berbinar saat menerima voucher Rp500.000 menjadi pemandangan yang mendominasi.

“Di bulan Ramadan yang penuh berkah ini, kita ingin memastikan mereka juga merasakan kebahagiaan menyambut Hari Raya Idul Fitri,” ujar Bupati Yani.

img_title Pastikan Kelaikan Armada, Kehemhub-Satlantas Polres Gresik Cek Rampcheck Bis

Program ini turut melibatkan Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Jawa Timur serta UPZ BAZNAS Petrokimia Gresik yang bersinergi menghadirkan konsep Orang Tua Asuh Sehari. Para donatur dan muzakki tidak hanya memberi, tetapi hadir mendampingi—membantu memilihkan, memberi saran, bahkan memotret momen bahagia anak-anak.

Sudah memasuki tahun ketiga pelaksanaan, OASE bukan lagi sekadar program tahunan. Pemerintah Kabupaten Gresik menargetkan peningkatan jumlah penerima manfaat menjadi 500 anak yatim pada tahun depan.

Target itu bukan hanya soal angka. Ia adalah komitmen bahwa kebahagiaan tidak boleh eksklusif—bahwa setiap anak berhak menyambut Lebaran dengan rasa percaya diri dan perasaan dicintai.

Di lorong-lorong mal sore itu, Ramadan terasa lebih hidup. Bukan karena diskon atau keramaian, tetapi karena kepedulian yang benar-benar hadir dan menyentuh hati.