Polres Trenggalek Tunggu Hasil Autopsi Forensik Terkait Kematian Istri Siri di Pule

Kasatreskrim Polres Trenggalek, AKP Eko Widiantoro.
Sumber :
  • VIVA Jatim/Madchan Jazuli

Trenggalek, VIVA Jatim – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Trenggalek masih mendalami kasus dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang menimpa seorang perempuan berinisial ED (33).

img_title Polisi Ekshumasi Makam Pegawai Kejari Kota Mojokerto, Suami Laporkan Dugaan Kejanggalan Kematian

Korban yang merupakan istri siri dari AW (31), warga Desa Karanganyar, Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek, meninggal dunia setelah sempat dilarikan ke RSUD dr. Soedomo Trenggalek akibat menenggak cairan pembersih rumput (gramason).

Pihak kepolisian kini tengah menunggu hasil autopsi resmi dari Tim Forensik RS Bhayangkara Kediri untuk memastikan penyebab utama kematian korban, apakah murni akibat cairan beracun atau dampak dari kekerasan fisik yang dialaminya.

img_title Praktik Penimbunan Solar Subsidi di Nganjuk Terbongkar, 4 Pelaku Diamankan

Kasatreskrim Polres Trenggalek, Ajun Komisaris Polisi Eko Widiantoro, menyampaikan proses autopsi telah dilakukan pada Minggu malam. Meski terdapat dugaan kuat korban meminum zat kimia, polisi tetap mengedepankan pembuktian medis secara ilmiah.

"Untuk mengetahui penyebab pasti kematian ED, kami masih menunggu hasil autopsi. Memang ada dugaan yang bersangkutan meminum gramason, namun untuk menambah keyakinan, kami menunggu hasil dari Dokter Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Kediri yang sudah dilakukan tadi malam," ujar AKP Eko Widiantoro kepada awak media, Senin, 2 Februari 2026.

img_title Akhir Petualangan Predator Wanita STW Bermodus Check In di Vila Pacet Mojokerto

Hingga saat ini, detail hasil pemeriksaan belum diserahkan sepenuhnya kepada penyidik. Sehingga AKP Eko meminta kepada awak media dan keluarga korban bersabar dengan hasil autopsi.

"Hasil otopsinya belum disampaikan kepada kami. Nanti jika semua data sudah lengkap, akan kami sampaikan kembali kepada rekan-rekan media," imbuhnya.

Dugaan Kekerasan dan Motif Pertengkaran

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, polisi menemukan adanya bekas luka pada tubuh korban, terutama di bagian kepala dan lengan. Luka-luka tersebut diduga kuat berasal dari hantaman benda tumpul dan sandal.

"Bekas luka memang ada di bagian kepala dan lengan. Ada informasi terkait pukulan balok dan sandal, namun itu tampaknya bukan menjadi penyebab langsung kematian. Ada jeda waktu antara dugaan kekerasan dengan peristiwa korban meminum cairan tersebut. Itulah yang harus kami buktikan," jelas Eko.

Terkait motif, AKP Eko mengungkapkan pertengkaran dipicu oleh rasa malu pelaku karena korban diduga mengambil telepon seluler (HP) milik majikan tempatnya bekerja sebagai perawat orang tua di Desa Kedungsigit.

Halaman Selanjutnya
img_title