Ubaya Kukuhkan 10 Guru Besar Baru, Perkuat Riset dan Inovasi Jelang Dies Natalis ke-58
- VIVA Jatim/Rachmad Fahrizal Tito
Surabaya, VIVA Jatim – Universitas Surabaya (Ubaya) mengukuhkan 10 guru besar baru dalam rapat senat terbuka di Lantai 5 Gedung Perpustakaan, Kampus Ubaya Tenggilis pada Selasa 3 Maret 2026.
Pengukuhan ini menjadi momentum penting menjelang Dies Natalis ke-58 Ubaya yang akan diperingati pada 11 Maret 2026. Dengan bertambahnya 10 guru besar baru, maka total profesor yang aktif mengajar di Ubaya genap berjumlah 36 orang.
Rektor Ubaya, Benny Lianto, menyebut pengukuhan 10 guru besar ini sebagai hadiah istimewa bagi institusi sehingga dengan bertambahnya 10 guru besar, Ubaya menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem riset dan inovasi, sekaligus mendukung penciptaan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.
“Pengangkatan guru besar bukan sekadar pencapaian akademik individual, melainkan wujud integritas intelektual dan kebermanfaatan bagi masyarakat. Dengan semakin banyaknya guru besar, kapasitas kepemimpinan ilmiah, kolaborasi riset, serta hilirisasi inovasi akan semakin kuat,” ujarnya.
Ia berharap kehadiran para profesor baru dapat mendorong lahirnya penelitian unggul, memperluas kolaborasi industri, serta menghadirkan solusi inovatif yang berdampak bagi bangsa.
Kesepuluh guru besar yang dikukuhkan berasal dari berbagai fakultas dengan kepakaran strategis:
1. Prof. Dr. Go Lisanawati – Bidang Hukum Anti Pencucian Uang dan Pendanaan Terorisme
2. Prof. Dr. apt. Oeke Yunita – Bidang Karakterisasi Herbal
3. Prof. Dr. apt. Amelia Lorensia – Bidang Farmasi Klinis Komunitas Penyakit Pernafasan
4. Prof. Dr. apt. Rika Yulia – Bidang Biomedis Klinis
5.Prof. apt. Kartini, Ph.D. – Bidang Teknologi Fitofarmasi
6.Prof. Dr. Felizia Arni Rudiawarni – Bidang Market-based Accounting Research
7. Prof. Dr. Joko Siswantoro – Bidang Pembelajaran Mesin
8. Prof. Lisana, Ph.D. – Bidang Technology Adoption in Education
9. Prof. Dr.rer.nat. Sulistyo Emantoko Dwi Putra – Bidang Bioteknologi
10. Prof. Dr. Werner R. Murhadi – Bidang Manajemen Keuangan dan Investasi
Topik orasi ilmiah yang disampaikan pun beragam, mulai dari penguatan rezim anti pencucian uang, evolusi karakterisasi herbal berbasis artificial intelligence, resistensi antibiotik, biomarker metilasi DNA, hingga pemanfaatan generative AI dalam pendidikan tinggi.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VII, Prof Dr Dyah Sawitri, berharap para profesor baru dapat menjadi agen perubahan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.