Wisata Petik Melon Premium di Sidoarjo, Sulap Rawa-Rawa Kumuh Jadi Tempat Ngabuburit Asyik

Ngabuburit di wisata petik melon Jumputrejo Sidoarjo.
Sumber :
  • Viva Jatim/Ahaddiini

Sidoarjo, VIVA Jatim – Desa Jumputrejo, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, telah menyulap lahan rawa-rawa yang dulunya kumuh menjadi arena wisata petik melon premium yang menarik wisatawan. Dengan sistem tanam hidroponik, dua green house di lokasi ini menghasilkan buah melon premium yang lezat dan segar.

img_title Diserahkan ke Lanudal Juanda, Taman Pintar Juanda JAPFA Diharapkan Jadi Ruang Edukasi

Dodik Winardi, pengelola wisata petik melon Bumdes Jumput Rejo, mengatakan bahwa lokasi ini dulunya merupakan rawa-rawa yang dipenuhi sampah, namun kini menjadi tempat wisata yang populer.

"Sebelum dibangun tempat wisata petik melon, lahan ini dulunya merupakan rawa-rawa yang banyak dipenuhi sampah hingga akhirnya terjadi permintaan berulang atau repeat order," jelasnya.

img_title Polda Jatim Turun Tangan Kejar Pembunuh Sekretaris DPRKP Bangkalan

Wisata petik melon ini menawarkan tiga jenis melon premium, yaitu dalmatian, the blues, dan golden lavender. Wisatawan dapat memetik buah melon langsung dari batangnya dan menikmati sensasi yang unik.

Dari 1.500 batang yang ditanam pada 25 Desember 2025, dihasilkan buah melon siap panen sebanyak hampir 2 ton dengan masa panen bertepatan dengan bulan Ramadan, sehingga dibuka sekaligus untuk wisata petik buah.

img_title Polresta Sidoarjo Tebar 3 Ton Beras untuk Warga yang Membutuhkan di Hari Bhayangkara ke-80

"Alhamdulillah, sejak 2 hari dibuka di akhir pekan Sabtu dan Minggu sudah 60 persen buah melon ludes diserbu wisatawan," tambah Dodik.

Wisatawan yang datang saat ngabuburit umumnya berasal dari sekitar Sidoarjo, Surabaya, Mojokerto, dan Pasuruan. Selain diburu untuk dikonsumsi saat berbuka puasa, buah melon juga banyak dipesan para pelanggan untuk dikirim ke saudara di Jakarta.

"Satu buah yang dihasilkan rata-rata memiliki berat 1,2 hingga 2 kilogram. Besarnya ukuran buah dan segar alami yang dihasilkan menjadi dasar pertimbangan para konsumen untuk membeli di tempat ini," terang Dodik.

Tak hanya menjadi lokasi wisata petik buah saja, tempat ini juga membuka kesempatan warga sekitar yang tertarik ingin belajar mengembangkan budidaya melon premium sistem hidroponik. 

"Rencananya dari 2 green house masing-masing berukuran 11 kali 24 meter persegi akan dikembangkan lebih banyak lagi," terangnya.

Sejumlah wisatawan mengaku sengaja datang ke lokasi wisata petik melon ini untuk merasakan sensasi memetik langsung buah dari batangnya.

Pengalaman bebas memilih buah sesuai selera dalam jumlah tidak terbatas menjadi kegiatan paling asyik sambil menunggu datangnya waktu berbuka puasa.

Halaman Selanjutnya
img_title