Jalur Blitar-Tulungagung Dipastikan Aman untuk Mudik Gunakan Kereta Api
- Daop 7 Madiun
Tulungagung, VIVA Jatim – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun memastikan kesiapan sarana dan prasarana di jalur lintas Blitar hingga Tulungagung dalam kondisi prima menjelang masa Angkutan Lebaran 2026 (1447 H). Kepastian ini didapat setelah jajaran manajemen melakukan inspeksi mendetail menggunakan Lori Dresin dari Stasiun Talun hingga Stasiun Tulungagung.
Manager Humas Daop 7 Madiun, Kuswardojo (dalam teks disebut Tohari), menyatakan pemeriksaan ini sebagai langkah preventif untuk menjamin keselamatan dan kelancaran perjalanan kereta api (perka).
Menurutnya, tim teknis berhenti di setiap stasiun untuk melakukan audit standar pelayanan serta keamanan prasarana secara menyeluruh.
"Inspeksi ini adalah komitmen nyata kami untuk memastikan seluruh aset prasarana dalam kondisi prima. Kami ingin memastikan masyarakat yang mudik ke kampung halaman untuk berlebaran merasa aman dan nyaman saat melintasi wilayah Daop 7," ujar Tohari kepada VIVA Jatim, Jum'at, 6 Maret 2026.
Kegiatan pengecekan jalur ini dipimpin langsung oleh Vice President (VP) KAI Daop 7 Madiun, Ali Afandi. Inspeksi tersebut melibatkan kolaborasi lintas unit yang komprehensif, mulai dari sektor Operasi, Sinyal dan Telekomunikasi (Sintel), Bangunan Dinas (Bangdis), hingga tim Kesehatan dan Pengamanan (PAM).
Ali Afandi menginstruksikan seluruh jajaran, terutama di sektor prasarana, untuk bersikap proaktif. Ia menekankan pentingnya mitigasi segera terhadap setiap potensi kendala yang ditemukan di sepanjang jalur Talun hingga Tulungagung guna menghindari gangguan operasional saat puncak arus mudik.
Dalam tinjauan lapangan tersebut, terdapat tiga aspek utama yang menjadi fokus pemeriksaan. Prasarana Jalur KA meliputi keandalan wesel, sambungan rel, dan sistem persinyalan di setiap emplasemen stasiun.
"Fasilitas Pelayanan: Peninjauan kebersihan serta kelayakan ruang tunggu, toilet, dan fasilitas pendukung penumpang lainnya," ulasnya.
Tohari menambahkan untuk bangunan dilakukan pengecekan teknis pada jembatan kereta api dan sistem drainase guna mengantisipasi dampak cuaca ekstrem.
Selain pemeriksaan fisik, manajemen Daop 7 Madiun juga menetapkan lima langkah mitigasi kunci bagi para Kepala Unit Pelaksana Teknis (KUPT). Langkah tersebut mencakup penebangan pohon yang rawan tumbang ke arah rel.
"Pengecekan stabilitas batu balas, serta pemetaan daerah rawan gangguan alam," bebernya.