Tersisa 550 Lubang, BBPJN Kebut Perbaikan Jalan Nasional di Jatim Hingga H-10
- Mokhamad Dofir
Surabaya, Viva Jatim – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali mengebut perbaikan ratusan lubang di ruas jalan nasional di Jawa Timur menjelang arus mudik Lebaran 2026. Hingga saat ini, masih tersisa sekitar 550 lubang yang ditargetkan tuntas diperbaiki paling lambat Selasa, 10 Maret, esok.
Kepala BBPJN Jawa Timur–Bali, Javid Hurriyanto mengatakan, pihaknya menyebar tim ke berbagai titik untuk mengejar penyelesaian perbaikan dalam dua hari ke depan. Upaya tersebut dilakukan agar seluruh jalur nasional siap dilalui pemudik mulai H-10 Lebaran.
"Lubang kita masih sampai sekarang ada sekitar 550 yang akan kami kejar dua hari ini. Target kami pada hari Selasa semuanya sudah tertutup," kata Javid di Surabaya, Senin, 9 Maret 2026.
Menurut dia, perbaikan dilakukan secara masif di sejumlah ruas jalan nasional yang menjadi jalur utama pergerakan kendaraan antarkota maupun antarkabupaten di Jawa Timur.
Secara keseluruhan, panjang jalan nasional di Jawa Timur mencapai sekitar 2.261 kilometer dengan tambahan sekitar 400 kilometer jalan tol. Sementara di Bali terdapat sekitar 580 kilometer jalan nasional dan sekitar 10 kilometer jalan tol.
BBPJN Jatim-Bali mencatat, persentase kemantapan jalan nasional saat ini mencapai 93,27 persen. Sementara untuk jembatan nilai kemantapan tercatat 87,46 persen.
Selain menutup lubang jalan, BBPJN juga melakukan perbaikan marka jalan serta pengerukan dan pengaspalan ulang pada sejumlah ruas yang bergelombang. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi jalan lebih aman dan nyaman dilalui pemudik.
Javid berharap cuaca mendukung proses perbaikan sehingga seluruh pekerjaan dapat selesai sesuai target yang telah ditetapkan.
"Mudah-mudahan cuaca mendukung dan harapan kami nanti pada H-10 semua jalan baik itu jalan nasional maupun jalan tol dalam kondisi siap dipakai untuk lalu lintas para pemudik," ujarnya.
Untuk mendukung kelancaran arus mudik, BBPJN juga menyiapkan 27 posko di Jawa Timur dan delapan posko di Bali. Seluruh posko tersebut ditargetkan mulai beroperasi penuh pada Selasa, 10 Maret 2026.
Di setiap posko akan disiagakan peralatan Disaster Relief Unit (DRU) guna mengantisipasi potensi bencana seperti longsor maupun banjir di jalur nasional.