Bocah 10 Tahun Meninggal Tenggelam di Waduk Sambikerep Surabaya
- BPBD Surabaya
Surabaya, VIVA Jatim-Seorang bocah laki-laki berusia 10 tahun dilaporkan tenggelam di Waduk Sambikerep, Surabaya, Selasa, 10 Maret 2026. Korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah tim gabungan melakukan pencarian di lokasi kejadian.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya, Linda Novanti mengatakan, laporan adanya kejadian bocah tenggelam diterima petugas sekitar pukul 12.25 WIB.
Usai menerima laporan itu, Tim BPBD kemudian segera menuju lokasi untuk melakukan pencarian korban. Lokasi kejadian berada di belakang Kantor Kelurahan Sambikerep atau tepatnya di Jalan Raya Sambikerep Nomor 121, Surabaya.
"Petugas BPBD Kota Surabaya tiba di lokasi pada pukul 12.31 WIB dengan waktu respons sekitar enam menit setelah laporan diterima," kata Linda dalam keterangan tertulisnya.
Linda menyebut, korban berjenis kelamin laki-laki berinisial IR (10), warga Dukuh Bungkal, Kelurahan Sambikerep, Kecamatan Sambikerep, Kota Surabaya.
Berdasarkan keterangan saksi yang merupakan teman korban, yakni FA (11) dan JS (11), korban saat itu sedang bermain di area waduk sebelum akhirnya hilang tenggelam. Saat itu korban hanya mengenakan celana pendek dan tidak memakai baju.
Setibanya di lokasi, petugas dikatakan Linda langsung berkoordinasi dengan para saksi dan melakukan pencarian dengan menyusuri waduk.
Tim BPBD bersama relawan Projopati Kelurahan Made melakukan pencarian menggunakan teknik penyelaman manual.
“Korban akhirnya berhasil ditemukan di dasar waduk dengan jarak sekitar tiga meter dari titik awal tenggelam,” lanjut Linda.
Setelah ditemukan, korban segera menjalani proses identifikasi dari Tim Inafis Polrestabes Surabaya. Saat prosea ini berlangsung, pihak keluarga korban juga telah berada di lokasi.
Selanjutnya, jenazah korban akhirnya dibawa menuju ke kamar jenazah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soetomo Surabaya menggunakan ambulans PMI Kota Surabaya dengan didampingi keluarga.
Proses penanganan kejadian ini melibatkan sejumlah unsur, antara lain BPBD Kota Surabaya, relawan Projopati Kelurahan Made dan Sambikerep, Praja Kecamatan Sambikerep, Polsek Lakarsantri, Tim Inafis Polrestabes Surabaya, serta PMI Kota Surabaya.