Kodim Surabaya Pastikan Koperasi Merah Putih Berjalan Sesuai SOP

Koordinasi Pelaksanaan KDMP di Surabaya.
Sumber :
  • Rachmad Fahrizal Tito.

Surabaya, VIVA Jatim-Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat melalui Kodim 0830 Surabaya bersama Pemerintah Kota Surabaya memastikan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Surabaya terus berjalan dan memberi manfaat bagi masyarakat.

img_title Mas Dhito Dorong Anak Muda Terjun dalam Koperasi

Untuk memastikan program tersebut berjalan sesuai standar, TNI AD melakukan pendampingan secara intens terhadap koperasi yang tengah dibangun di sejumlah kelurahan di Kota Pahlawan.

Kasdim 0830 Surabaya, Sumarji, mengatakan peran TNI dalam program tersebut adalah melakukan pendampingan serta bekerja sama dengan masyarakat agar pembangunan dan operasional koperasi berjalan sesuai standar.

img_title Harkopnas ke-79 Serukan Kebangkitan Total Koperasi Sebagai Raksasa Ekonomi

“Kita mendapatkan tugas untuk melaksanakan pendampingan ataupun kerja sama dengan masyarakat dalam pembangunan Koperasi Merah Putih. Tujuannya memastikan koperasi ini berjalan sesuai standar operasional prosedur,” kata Sumarji saat rapat koordinasi pelaksanaan KDKMP di Surabaya.

Rapat koordinasi tersebut digelar di Kantor Koperasi Merah Putih Kutisari dan dihadiri para danramil, camat, serta lurah se-Surabaya.

img_title Dekopin Siap Kawal Amanat Presiden Prabowo Jadikan Koperasi Motor Utama Ekonomi Rakyat

Menurut Sumarji, salah satu standar pembangunan Koperasi Merah Putih adalah harus berdiri di atas lahan minimal 1.000 meter persegi atau sekitar 30 x 30 meter. Namun, pembangunan koperasi di kota besar seperti Surabaya memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam menyediakan lahan dengan luas tersebut.

Karena itu, berbagai pendekatan terus dilakukan bersama pemerintah daerah dan masyarakat agar program koperasi tetap bisa berjalan dan memberikan manfaat ekonomi bagi warga.

“Di Surabaya saat ini sudah terbangun sekitar 20 Koperasi Kelurahan Merah Putih, namun yang sudah beroperasi penuh baru ada dua koperasi. Sisanya masih dalam tahap progres sekitar 30 hingga 50 persen,” ujarnya.

Ia menambahkan, koordinasi dan sosialisasi dengan camat dan lurah akan terus dilakukan untuk mencari solusi atas berbagai kendala di lapangan, termasuk persoalan ketersediaan lahan.

Seluruh camat se-Surabaya, para Danramil, serta lurah dikumpulkan dalam rapat tersebut untuk membahas perkembangan pembangunan koperasi di wilayah masing-masing.

Menurut Sumarji, keberadaan Koperasi Merah Putih Kutisari yang sudah selesai dibangun diharapkan dapat menjadi contoh sekaligus memotivasi wilayah lain agar segera merealisasikan pembangunan koperasi serupa.

“Koperasi Merah Putih Kutisari ini sudah 100 persen dibangun. Harapannya bisa menjadi semangat bagi camat dan lurah lainnya untuk mencari lahan agar pembangunan koperasi bisa segera terwujud,” katanya.