Penutupan Kajian Kitab Mbah Hasyim, Gus Muhaimin Ajak PKB Jaga Spirit Ulama

Penutupan Kajian Kitab Mbah Hasyim.
Sumber :
  • Istimewa.

Jakarta, VIVA Jatim-Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin menutup rangkaian Kajian Kitab Adabul 'Alim wal Muta'allim karya Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari Season 4 yang digelar sepanjang bulan Ramadan. Kajian tersebut telah berlangsung selama 14 kali pertemuan sebagai bagian dari tradisi keilmuan dan spiritual yang terus dijaga oleh kalangan Nahdliyin.

img_title Kiai Anwar Zahid Kecelakaan di Bojonegoro, Mobilnya Ditabrak Truk Trailer

Dalam sambutannya, Gus Muhaimin bersyukur karena kajian kitab Mbah Hasyim dapat terlaksana dengan baik selama Ramadan dan menjadi sarana memperkuat ikatan spiritual dengan para ulama.

“Alhamdulillah kajian Mbah Hasyim yang kita laksanakan selama Ramadan hari ini memasuki penutupan setelah 14 kali kita kaji. Semoga keberkahan menyertai kita semua dan kita semua menjadi santri Mbah Hasyim,” ujar Gus Muhaimin, Kamis, 12 Maret 2026.

img_title Launching 10.000 MCK, Gus Muhaimin: Sanitasi di Pesantren Sudah Tidak Rasional!

Menurutnya, terdapat dua kategori santri Mbah Hasyim. Pertama, mereka yang memperjuangkan dan menjaga tradisi Nahdlatul Ulama. Kedua, mereka yang membaca serta membela kitab-kitab karya beliau.

“Mudah-mudahan kajian ini membawa manfaat dan barokah sebagai bekal hidup dunia dan akhirat,” katanya.

img_title Bertemu Menteri Jepang, Menko Muhaimin Dorong Bonus Demografi Indonesia Tembus Pasar Global

Gus Muhaimin juga menyampaikan terima kasih kepada para kiai dan nyai yang telah membaca serta mengkaji kitab karya Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari selama Ramadan. Ia mendoakan agar para ulama senantiasa diberikan kesehatan, umur panjang, serta ilmu yang bermanfaat bagi umat dan bangsa.

Ia menegaskan bahwa tradisi kajian Ramadan tersebut bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi juga momentum untuk menyambung sanad spiritual kepada para ulama pendiri NU, khususnya kepada Mbah Hasyim.

“Tradisi ramadanan ini adalah momentum tiap tahun sekaligus sarana mengejar dan menyambung sanad tali spiritual kita kepada ulama pendiri NU, khususnya kepada Mbah Hasyim,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Gus Muhaimin juga menyinggung kondisi ekonomi yang sempat diwarnai kenaikan harga minyak dunia, namun kini mulai stabil kembali. Ia mengingatkan agar PKB tetap waspada serta menjaga soliditas dan semangat gotong royong dalam menghadapi berbagai tantangan.

“Tidak ada jalan lain selain terus menjaga gotong royong, kebersamaan, dan solidaritas di tengah berbagai tantangan yang kita hadapi,” tegasnya.

Halaman Selanjutnya
img_title