Ponpes Wali Barokah Bagikan Ratusan Paket Sembako dan Takjil kepada Warga Kota Kediri

Pembagian Paket Sembako.
Sumber :
  • Madchan Jazuli.

Kediri, VIVA Jatim-Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Barokah Kota Kediri membagikan bantuan paket sembako dan makanan berbuka puasa (Takjil) kepada 750 warga yang didominasi kaum dhuafa di sekitar lingkungan pondok, Senin, 16 Maret 2026.

img_title Kejaksaan Negeri Kota Kediri Musnahkan Barang Bukti dari 51 Perkara Tindak Pidana Umum

Kegiatan tersebut merupakan agenda rutin tahunan sebagai bentuk rasa syukur dan penguatan silaturahmi antara pengurus pondok dengan masyarakat Kelurahan Banjaran, Kota Kediri.

Pengasuh Ponpes Wali Barokah, KH Sunarto, menyampaikan bahwa santunan ini merupakan implementasi dari ajaran untuk meningkatkan amal ibadah di bulan Ramadan, khususnya pada hari ke-26 puasa. Ia menekankan pentingnya berbagi kepada sesama sebagai wujud rasa syukur atas kelancaran proses belajar-mengajar di pesantren.

img_title Berkah di Penghujung Ramadan, DPL Beri Ribuan Bingkisan Lebaran ke Warga

"Kegiatan sore hari ini merupakan bentuk rasa syukur kami di dalam bulan suci Ramadan. Sebagaimana tahun-tahun lalu, pesantren ingin berbagi dan peduli kepada masyarakat di sekitar pondok," ujar Kiai Sunarto saat ditemui di sela-sela acara, Senin, 16 Maret 2026.

Lebih lanjut, Kiai Sunarto menjelaskan bahwa kerukunan yang tercipta selama ini menjadi kunci ketertiban kegiatan pesantren. Ia mengakui bahwa dukungan warga sekitar sangat besar sehingga proses pendidikan di Ponpes Wali Barokah dapat berjalan dengan aman dan lancar.

img_title Penghujung Ramadan, Panji Bangsa Santuni Anak Yatim Piatu di DPP PKB

"Ini juga bentuk rasa terima kasih kami atas jalinan baik yang terjalin selama ini antara pengurus pondok dan warga sekitar. Kami berharap di masa mendatang jumlah penerima manfaatnya bisa terus meningkat," tambahnya.

Terkait teknis penyaluran, pihak pondok telah menyiapkan ratusan paket yang terdiri dari bahan pangan pokok dan makanan siap saji untuk berbuka. Jumlah ini relatif stabil jika dibandingkan dengan perolehan pada tahun sebelumnya.

"Untuk sore hari ini ada 750 paket yang kita berikan kepada warga, sekaligus dengan takjilnya. Tahun kemarin jumlahnya juga berkisar di angka tersebut," jelas Kiai Sunarto.

Kiai Sunarto juga menyinggung mengenai konsep "barokah" yang menjadi identitas pondok. Menurutnya, bantuan ini adalah upaya pondok agar masyarakat sekitar benar-benar merasakan manfaat nyata dari keberadaan pesantren, bukan sekadar cerita tentang keberkahan yang sering didengar oleh pengunjung dari luar daerah.

Masyarakat setempat pun menyambut baik dengan kegiatan ini. Salah satu penerima manfaat, Tri Wulandari (50), warga Kelurahan Banjaran, mengaku senang atas bantuan yang diterima secara konsisten setiap tahun. Tri mengaku bahwa dirinya rutin mendapatkan undangan santunan setiap bulan Ramadan.

Halaman Selanjutnya
img_title