Gas Elpiji di Bojonegoro Langka Jelang Lebaran, Harga Tembus Rp35 Ribu
- Istimewa
Bojonegoro, VIVA Jatim – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah sejumlah warga di Kabupaten Bojonegoro mengeluhkan kelangkaan gas elpiji 3 kilogram. Selain sulit, harga tabung gas elpiji juga tembus Rp35.000 per tabung, jauh di atas harga eceran tertinggi (HET) normal.
Kondisi kelangkaan gas elpiji tersebut terpantau sudah terjadi selama tiga hari terakhir ini dan kondisi kelangkaan merata di setiap kecamatan di Kabupaten Bojonegoro.
Salah satu warga Desa Kauman, Kecamatan Bojonegoro Kota Suyanto mengatakan, kelangkaan gas elpiji tiga kilogram itu membuat dirinya harus mencarinya hingga ke desa lain, namun tak juga mendapatkan.
"Sudah mencari gas elpiji 3 kilogram hingga ke luar desa, namun hasilnya tetap nihil kemarin," kata Suyanto, Selasa 17 Maret 2026.
Kondisi serupa juga dialami oleh Mariyati, warga Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro ini bahkan sudah memesan kepada pengecer langganannya, namun tak juga mendapatkan. Meski begitu, namun kata Maryati gas elpiji tiga kilogram baru ada lagi setelah lebaran, sekitar tanggal 29 Maret.
Menanggapi kelangkaan ini, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi mengatakan, distribusi dilakukan rutin sesuai kuota pemerintah.
Sementara untuk mengantisipasi lonjakan permintaan bulan Maret, pihaknya telah menambah pasokan melalui skema extra dropping dengan besaran tambahan 10 persen dari kuota normal atau sebanyak 3.657.666 tabung untuk wilayah Jatimbalinus.
"Kami melakukan pemantauan berkala agar distribusi lancar, dan mengimbau agar LPG 3 kg digunakan sesuai peruntukannya bagi masyarakat kurang mampu," kata Ahad Rahedi.