Odong-odong Sarat Penumpang di Mojokerto Tak Kuat Nanjak Mundur Tabrak Tiang Listrik, 1 Orang Tewas
- VIVA Jatim/Luthfi
Mojokerto, VIVA Jatim – Kereta kelinci atau odong-odong terguling di Jalan Raya Dusun Jati, Desa Jatidukuh, Kecamatan Gondang, Mojokerto. Odong-odong sarat penumpang itu diduga tak kuat menanjak hingga akhirnya mundur lalu menabrak tiang listrik.
Kecelakaan tunggal ini mengakibat satu orang penumpang tewas dan beberapa lainnya mengalami luka-luka.
Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu, 28 Maret 2026 sekitar pukul 09.00 WIB. Berdasarkan informasi yang dihimpun, odong-odong ini mengangkut rombongan karyawan pabrik pembuatan tatakan telur atau tray di Desa Kebongagung, Puri, Mojokerto. Rombongan hendak melaksanakan kegiatan tradisi unjung-unjung atau halalbihalal setelah Lebaran.
Saksi mata, Wena (29) menuturkan, kendaraan bernopol S 8185 PA yang dikemudikan Sariono (53) itu mulanya melaju dari arah utara. Kemudian berusaha menaiki tanjakan curam di jalan Dusun Jati, Desa Jatikuduh.
Namun tidak cukup tenaga untuk melaju sehingga kendaraan meluncur mundur. Kendaraan baru berhenti setelah menghantam tiang listrik hingga roboh.
“Hampir sampai tapi tidak kuat. Mungkin mengerem tapi tidak kuat terus turun mundur. Kemudian menabrak gapura pembatas antardusun, keluar bahu jalan dan menabrak tiang listrik,” katanya kepada VIVA Jatim di lokasi.
Melihat kejadian tersebut, sejumlah warga sekitar langsung membantu mengevakuasi penumpang sambil menunggu kedatangan petugas kepolisian.
Wena tidak mengetahui pasti jumlah penumpang. Namun menurut dia, odong-odong tersebut penuh penumpang laki-laki dan perempuan dewasa serta anak-anak.
“Sempat ada yang terjepit. Penumpang luka ringan banyak, sopir luka ringan,” tandasnya.
Benturan keras juga menyebabkan satu penumpang tewas di lokasi. Korban jiwa diketahui bernama Sulimah, perempuan warga Desa Mlaten, Puri, Mojokerto. Adapun belasan korban lain mengalami luka-luka.
Belasan korban dievakuasi ke RS Sumberglagah, Pacet, Puskesmas Gondang, dan satu orang di RSUD Prof dr. Soekandar, Mojosari.
Kasatlantas Polres Mojokerto AKP Yogie Pratama mengatakan, berdasarkan kronologi awal, kendaraan melaju dari arah timur ke barat melewati tanjakan cukup curam. "Namun dikarenakan mungkin beban yang terlalu berat sehingga kendaraan ini tidak kuat nanjak," jelasnya di Puskesmas Gondang.
Berdasarkan olah TKP awal, lanjut Yodie, kendaraan meluncur ke bawah diduga tanpa pengereman. Saat kejadian, korban meninggal diduga terlempar dari kendaraan. Tubuhnya terdampak di tepi sungai sekitar TKP. "Untuk sopir dirawat di RS Sunberglagah," tandasnya