Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, PDIP Pertegas Prinsip Politik Luar Negeri Bebas Aktif
- Istimewa
Blitar, VIVA Jatim-Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri berziarah ke makam Proklamator sekaligus Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, di Bendogerit, Blitar, Jawa Timur.
Ziarah keluarga besar Bung Karno ini sekaligus menjadi panggung bagi PDIP untuk menegaskan kembali posisi politik luar negeri Indonesia di tengah eskalasi geopolitik global yang kian memanas.
Dalam kegiatan tersebut, Megawati didampingi oleh anggota keluarga besar Bung Karno lainnya, antara lain Sukmawati Soekarnoputri, Guruh Soekarnoputra, dan Puti Guntur Soekarno. Kehadiran tokoh-tokoh sentral ini mempertegas nilai tradisi dan penghormatan terhadap jasa para pendiri bangsa.
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto yang turut hadir dalam rombongan menyampaikan bahwa ziarah ini bukan sekadar ritual keluarga, melainkan bentuk penghormatan mendalam dan doa bagi bangsa.
Hasto menjelaskan doa tersebut secara khusus dipanjatkan untuk Bung Karno serta keselamatan seluruh warga dunia yang saat ini sedang menghadapi berbagai persoalan geopolitik.
“Secara khusus kami mendoakan Bung Karno serta memanjatkan doa bagi bangsa dan negara, juga bagi seluruh warga dunia di tengah berbagai persoalan geopolitik saat ini,” ujar Hasto kepada media di lokasi makam.
Lebih lanjut, Hasto memaparkan doa yang dipanjatkan mencerminkan harapan besar agar Indonesia senantiasa diberi keselamatan. Ia juga menekankan pentingnya rakyat Indonesia memiliki ketahanan dan kesabaran dalam melanjutkan cita-cita kemerdekaan yang telah diletakkan oleh para pendahulu.
Terkait situasi internasional yang kian kompleks, terutama konflik di kawasan Timur Tengah, Hasto menegaskan bahwa PDIP menuntut pemerintah untuk tetap konsisten pada khitah politik luar negeri. Menurutnya, Indonesia wajib berpegang teguh pada prinsip bebas aktif sebagaimana yang diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945.
Hasto menyatakan kemerdekaan merupakan hak segala bangsa yang tidak boleh diingkari oleh tindakan negara mana pun terhadap negara berdaulat. Ia menegaskan bahwa pemerintah Indonesia harus berdiri kokoh pada prinsip kedaulatan tersebut.
"Kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan tidak boleh diingkari oleh tindakan negara mana pun terhadap negara berdaulat. Pemerintah harus berdiri kokoh pada prinsip tersebut," kata Hasto.