Puluhan Usia Produktif Ikuti Pelatihan Kerja Disnakertrans Jatim di BLK Tulungagung
- VIVA Jatim/Madchan Jazuli
Tulungagung, VIVA Jatim – Puluhan usai produktif mengikuti pembukaan 'Program Pelatihan Kerja dan Produktivitas Tenaga Kerja' oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur, melalui Disnakertrans yang bertempat di Balai Latihan Kerja (BLK) Tulungagung. Program ini bertujuan untuk menekan angka pengangguran dengan membekali usia produktif melalui berbagai keterampilan teknis.
Kepala UPT BLK Tulungagung, Agus Setyawan, mengungkapkan saat ini ada gelombang ini terdapat lima kejuruan utama yang dibuka. Kelima bidang tersebut meliputi Pengelolaan Administrasi Perkantoran, Practical Office Advance.
Lalu, ada ketrampilan Juru Gambar Bangunan Gedung, Pengoperasian Mesin Produksi, serta Servis Sepeda Motor Sistem Injeksi. Agus menjelaskan sasaran utama dari program ini adalah para pencari kerja yang berada dalam rentang usia produktif.
"Batasan usia kami adalah pencari kerja dari usia 17 sampai 45 tahun. Pesertanya bisa mereka yang masih menganggur, korban pemutusan hubungan kerja (PHK), maupun lulusan baru yang baru menyelesaikan sekolah," ujar Agus Setyawan, Selasa, 31 Maret 2026.
Mengingat tingginya antusiasme masyarakat, pihak BLK memberlakukan seleksi yang cukup ketat. Agus memaparkan pendaftaran dan seleksi awal dilakukan secara daring (online). Dari sekian banyak pendaftar, hanya diambil 16 orang untuk setiap kejuruan sesuai dengan kuota yang tersedia.
Ia memberikan contoh pada kejuruan Practical Office Advance, di mana pendaftar seringkali membeludak hingga lebih dari 70 orang. Bidang ini menjadi favorit karena mengajarkan kemampuan dasar pengoperasian komputer yang sangat dibutuhkan di dunia kerja, seperti penggunaan Microsoft Word, Excel, hingga pembuatan presentasi melalui PowerPoint.
"Karena peminatnya banyak, kami menggunakan sistem range nilai minimal. Dari hasil tes daring, biasanya kita ambil sekitar 32 sampai 50 orang dengan nilai terbaik untuk kemudian masuk ke tahapan wawancara," tambahnya.
Perihal pembiayaan, Agus menyebutkan bahwa program pelatihan ini didanai melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Namun, ia mengakui adanya penurunan jumlah paket pelatihan pada tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya.
Apabila tahun lalu BLK Tulungagung mengelola sekitar 47 paket, tahun ini jumlahnya menurun drastis menjadi hanya 14 paket pelatihan.
Meski terjadi penurunan kuota, Agus berharap program ini tetap memberikan dampak signifikan bagi peningkatan kompetensi masyarakat, khususnya di wilayah kerja BLK Tulungagung yang mencakup Kabupaten Tulungagung dan Kabupaten Trenggalek.