Puluhan Warga Simokerto Surabaya Diduga Keracunan Makanan Hajatan
- BPBD Surabaya
Surabaya, VIVA Jatim-Puluhan warga di kawasan Sidokapasan, Kecamatan Simokerto, Kota Surabaya, diduga mengalami keracunan usai menyantap makanan dari sebuah acara hajatan. Insiden ini membuat sejumlah warga terpaksa dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Peanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya, Linda Novanti melalui pesan Whatsapp mengatakan, total ada 22 warga yang diduga mengalami keracunan dalam kejadian tersebut. Dari jumlah itu, empat orang harus dirujuk ke rumah sakit karena kondisinya memerlukan penanganan lebih lanjut.
"Nggih, empat warga dirujuk ke rumah sakit, 18 lainnya rawat jalan,” ujar Linda, Sabtu, 4 April 2026.
Dia merinci, dua korban dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soewandhie, satu orang dibawa keluarga ke Rumah Sakit (RS) PHC Surabaya dan satu lainnya mendapatkan perawatan di Rumah Sakit (RS) Al Irsyad.
Sementara itu, 18 warga lain yang mengalami gejala lebih ringan seperti mual, muntah, pusing, hingga lemas, cukup menjalani perawatan jalan.
Peristiwa ini dikatakannya, diduga dipicu oleh makanan yang disajikan dalam acara hajatan tersebut. Namun, hingga kini penyebab pasti keracunan masih dalam penyelidikan pihak terkait.
Petugas dari BPBD Kota Surabaya bersama tim kesehatan bergerak cepat melakukan penanganan di lokasi, termasuk evakuasi korban, pendataan, serta koordinasi dengan sejumlah fasilitas layanan kesehatan.
Selain itu, sampel makanan yang dikonsumsi warga juga disebut akan diperiksa guna memastikan sumber penyebab keracunan massal tersebut.
Warga yang turut hadir dalam acara hajatan itu diimbau untuk waspada. Jika merasakan gejala serupa, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan.
Hingga saat ini, kondisi para korban dilaporkan berangsur membaik. Meski demikian, pihak berwenang masih terus melakukan pemantauan guna memastikan tidak ada tambahan korban dalam kejadian tersebut.
"Jika merasakan gejala keracunan seperti muntah-muntah, kepala pusing, lemas diimbau supaya segera memeriksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit terdekat supaya segera mendapatkan penanganan," tutup Linda Novanti memungkasi.