Permintaan Emil Dardak ke Pertamina: Pastikan Distribusi Elpiji di Jatim Lancar
- Achmad Faizal/VIVA Jatim
Surabaya, VIVA Jatim – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengecek stok elpiji di Pangkalan Muh Nur Komari Jalan Jemursari II, Surabaya, pada Senin, 6 April 2026. Emil mewanti-wanti Pertamina agar distribusi elpiji di Jatim lancar.
Pantauan langsung di lapangan, Emil menyidak pangkalan tersebut bersama Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Iwan Yudha Wibawa.
Saat sidak, Emil terkejut melihat stok elpiji di pangkalan tersebut yang jumlahnya tidak sesuai standar pangkalan. Apalagi, ia sempat dicurhati oleh warga sekitar bahwa sering terjadi kekosongan elpiji di pangkalan tersebut. Melihat hal tersebut, Emil langsung meminta Executive GM Pertamina Iwan untuk mendatangkan elpiji dari agen terdekat dalam waktu di bawah 30 menit.
"Jadi teman-teman kita men-challenge Pertamina, bisa nggak mendatangkan truk elpiji agen ke sini," kata Emil kepada awak media di lokasi.
Sekitar 30 menit berselang, sebuah truk elpiji dari Agen Sidosermo datang di lokasi. Emil pun langsung membuka pintu bak belakang truk untuk memastikan ada muatan elpiji.
"Bisa seperti ini Pertamina bukan tanpa perjuangan, maka kami doakan stok Pertamina lancar, distribusi semakin baik, dan tidak ada panic buying di masyarakat. Kalau ada kelangkaan seperti di Tuban, Banyuwangi kami minta warga tidak ada panic buying, agar stok aman. Pertamina sudah menjamin distribusi lancar dan tidak boleh ada main-main untuk kenaikan harga," bebernya.
Mantan Bupati Trenggalek itu memastikan stok elpiji aman di Jawa Timur. Ia sekali lagi mewanti-wanti Pertamina agar memastikan proses distribusi lancar.
"Saya harap distrubusi bisa lancar, seperti saya meminta tadi ketika ada kekosongan elpiji di pangkalan, langsung dilakukan distribusi dari agen atau SPBE," ujarnya.
Berdasarkan data dari PT Pertamina (Persero), ketahanan stok LPG berada dalam kondisi aman. Secara nasional, stok LPG tercatat berada di atas 20 hari, sementara stok siap salur di wilayah Jawa Timur berada di kisaran 4,4 hari sebagai bagian dari sistem distribusi berjalan.
Menurut Emil, angka tersebut merupakan bagian dari mekanisme logistik energi, di mana pasokan terus bergerak dari terminal, pelabuhan, hingga pangkalan.