Elpiji Langka di Banyuwangi-Bojonegoro karena Distribusi, Khofifah: Stok Aman

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa
Sumber :
  • Pemprov Jatim

Surabaya, VIVA Jatim – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengakui telah menerima laporan warga kesulitan mendapatkan LPG 3 kilogram di Banyuwangi dan Bojonegoro. Kondisi tersebut dipastikan bukan disebabkan oleh kelangkaan stok, melainkan adanya kendala distribusi.

Khofifah Tutup LKS Jatim 2026, Ajang Talenta yang Buka Jalan ke PTN dan Dunia Industri

"Perlu kami tegaskan, itu bukan karena stok tidak tersedia, melainkan adanya kendala distribusi yang menyebabkan keterlambatan di beberapa titik," ujar Khofifah dalam keterangannya, Selasa, 7 April 2026.

Laporan awal kesulitan gas elpiji 3 kilogram di Banyuwangi mencuat pada Minggu, 22 Maret 2026, khususnya di Desa Genteng Wetan. Kondisi tersebut dipicu oleh meningkatnya konsumsi LPG 3 kilogram di sektor rumah tangga dan usaha mikro, serta tingginya permintaan dari konsumen yang mencari LPG hingga ke tingkat pengecer.

Laskar Karomah Dikerahkan untuk Kejar Sertifikasi 40 Ribu Tanah Wakaf di Jatim

Menyikapi hal tersebut, langkah cepat langsung dilakukan dengan penyaluran extra dropping. Secara keseluruhan, total extra dropping LPG 3 kg di Kabupaten Banyuwangi selama periode Maret 2026 mencapai 103.600 tabung atau sekitar 163 persen dari penyaluran reguler.

“Bahkan jika ditambah penyaluran fakultatif, total distribusi mencapai 110.320 tabung atau setara 173,8 persen dari rata-rata normal,” tandas Khofifah.

Khofifah Jamin SPMB Jatim 2026 Transparan, Akuntabel, dan Berkeadilan

Selain Banyuwangi, Gubernur Khofifah juga menerima laporan isu kelangkaan LPG pada Desa Tulung Rejo Kabupaten Bojonegoro pada tanggal 16 Maret 2026.

Terkait hal tersebut, Gubernur Khofifah menjelaskan telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti Agen LPG PSO Kabupaten Bojonegoro, Pemkab dan Polres Bononegoro untuk melakukan monitoring stok di lapangan.

“Dalam koordinasi tersebut, kami meminta agen untuk memprioritaskan penyaluran ke pangkalan yang stoknya menipis. Selain itu telah dilakukan penambahan suplai dengan alokasi fluktuatif pada tanggal 19 dan 22 Maret 2026. Untuk penyaluran LPG telah berjalan normal,” jelasnya.

Dari hasil pengecekan di lapangan, memang ditemukan adanya antrean di beberapa pangkalan saat truk distribusi datang. Namun kondisi tersebut bersifat sementara dan terjadi akibat lonjakan permintaan dalam waktu singkat.

Di tengah isu geopolitik global, Khofifah mengajak masyarakat untuk tidak panic buying dan bijak menggunakan bahan bakar LPG. Dia juga mengajak masyarakat untuk mengawasi aksi spekulan LPG.

Pemerintah bersama Pertamina juga melakukan langkah komunikasi publik guna mengklarifikasi pemberitaan yang berkembang, sekaligus mengedukasi masyarakat agar membeli LPG di pangkalan resmi.

Halaman Selanjutnya
img_title