Menteri Abdul Mu’ti Cek Tes Kemampuan Akademik Siswa Surabaya

Mendikdasmen RI Abdul Mu'ti saat mengunjungi SMP Negeri 1 Surabaya
Sumber :
  • VIVA Jatim/Rachmad Fahrizal Tito

Surabaya, VIVA Jatim – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu'ti, meninjau pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP hari kedua di SMP Negeri 1 Surabaya, Selasa, 7 April 2026.

Perubahan Besar SPMB Jatim 2026: Nilai TKA Jadi Penentu

Tidak hanya memastikan kesiapan teknis, kunjungan Abdul Mu’ti juga memberikan motivasi langsung kepada para siswa.

“Saya sempat berdialog dengan para siswa, dan mereka terlihat sangat semangat. Bahkan ketika saya tanyakan mengenai soal, mereka menyampaikan bahwa soalnya relatif mudah,” kata Abdul Mu'ti didampingi Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai.

Khofifah Jamin SPMB Jatim 2026 Transparan, Akuntabel, dan Berkeadilan

Ia menilai respons positif tersebut menjadi indikasi bahwa TKA tidak sekadar alat ukur akademik, tetapi juga mampu meningkatkan semangat belajar siswa.

“Mereka berharap TKA terus dilaksanakan karena dirasakan bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan akademik sekaligus bekal ke jenjang pendidikan berikutnya,” imbuhnya.

Dindik Jatim Siapkan 6 Program Prioritas Pembangunan Pendidikan 2027

Selain meninjau suasana ujian, Mendikdasmen juga memastikan kesiapan sarana dan prasarana, mulai dari ruang ujian hingga laboratorium komputer.

Ia menegaskan, TKA dirancang tidak hanya mengukur kemampuan akademik seperti Matematika dan Bahasa Indonesia, tetapi juga literasi, numerasi, karakter, hingga lingkungan belajar siswa.

“Saya meyakini TKA menjadi bagian penting dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua,” tegasnya.

Menurutnya, hasil TKA akan menjadi dasar evaluasi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pendidikan, baik di tingkat nasional maupun daerah.

Mu’ti menjelaskan, untuk jenjang SMP, soal disusun oleh pemerintah pusat dan provinsi agar mampu mengukur capaian siswa di tingkat wilayah.

Sementara itu, untuk jenjang SD, penyusunan soal dilakukan oleh pemerintah kabupaten/kota agar hasilnya lebih relevan dengan kondisi daerah.

Secara nasional, pelaksanaan TKA disebut berjalan lancar dan mulai terintegrasi dalam sistem pendidikan nasional, termasuk dalam seleksi jalur prestasi pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

“Jika sebelumnya penilaian akademik hanya berdasarkan rapor, kini ditambah dengan nilai TKA sebagai bagian dari upaya menghadirkan sistem yang lebih inklusif dan berkeadilan,” jelasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, memastikan pelaksanaan TKA di Kota Surabaya berjalan lancar sejak hari pertama.

Ia menilai kehadiran menteri memberikan dorongan moral bagi para siswa. “Terlihat siswa sangat antusias, bahkan seperti merindukan suasana evaluasi seperti dahulu,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya
img_title