Profil Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo yang Terjaring OTT KPK

Suasana kantor Pemkab Tulungagung pada Jumat malam.
Sumber :
  • Madchan Jazuli/VIVA Jatim

Tulungagung, VIVA Jatim – Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo dikabarkan terjaring OTT KPK pada Jumat, 10 April 2026, malam. Setelah OTT, sejumlah pejabat pemkab pun dimintai keterangan di Markas Polres Tulungagung.

img_title Puluhan Murid SMKN 1 Tulungagung Belajar Swasembada Pangan di Gudang Bulog

Lahir di Tulungagung pada 17 Desember 1967, Gatut mulanya dikenal sebagai pengusaha. Karir politiknya dimulai dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Di Partai Banteng itu ia mengasah kemampuan politiknya.

Pada 2021, Gatut diusung PDIP maju sebagai calon Wakil Bupati Tulungagung. Pada pilkada selanjutnya di tahun 2024, ia kemudian maju sebagai calon bupati, namun tak lewat PDIP. Ia maju dengan dukungan Partai Gerindra, Golkar, dan PKS.

img_title Harga Minyak Goreng Melonjak, Bambang Haryo Desak KPK dan Kepolisian Turun Tangan

Gatut pun menang dan kini menjadi Bupati Tulungagung periode 2025-2030. Keluar dari PDIP, ia kemudian bergabung dengan Gerindra. Hal itu ia ungkapkan sendiri saat baru menjabat sebagai bupati. Saat itu ia mengakui sudah memiliki KTA Partai Gerindra.

Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membenarkan bahwa pihaknya mengamankan Gatut Sunu Wibowo dalam OTT yang dilakukan pada Jumat malam. "Benar," katanya dikutip dari VIVA.co.id.

img_title PDIP Tunjuk Syaifuddin Zuhri Pengganti Adi Sutarwijono sebagai Ketua DPRD Surabaya

KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status Gatut, terhitung sejak diamankan. Setelah OTT tersebut, sejumlah pejabat Pemkab Tulungagung menjalani pemeriksaan di markas polres setempat.

Pantauan VIVA Jatim di polres pada Jumat malam, beberapa pejabat secara bergantian datang ke polres dan langsung masuk ke dalam gedung. Gerbang dijaga sejumlah petugas, lebih ketat dari hari-hari biasa.

Di antaranya terlihat Pj Sekda Soeroto, Kepala Bakesbangpol Agus Prijanto Utomo, Kepala Bappeda Erwin Novianto, Kasatpol PP Hartono, Direktur RSUD dr Iskak dr Zuhrotul Aini, Kepala BPKAD Dwi Hari Subagyo.

Kemudian Kabag Kesra Makrus Manan, Kabag Umum Yulius Rahma Isworo, dan Kabag Pemerintahan Arif Effendi. Hingga Kabag Prokopim, Aris Wahyudiono.