Diskusi Gayeng Golkar Jatim Bersama Aktivis Kopri PMII dan IMM Jawa Timur

Diskusi aktivis Kopri PMII dan IMM Jatim di kantor DPD Golkar Jatim
Sumber :
  • Achmad Faizal/Surabaya

Surabaya, VIVA Jatim –Dua kelompok mahasiswa dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Jatim dan Korps Pergerakan Mahasiswa Putri (Kopri) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) berdiskusi terbatas di kantor DPD Golkar Jatim di Surabaya, Sabtu, 11 April 2026.

img_title Dari Tempat Lahir PMII, Alumni Serukan Semangat Kebersamaan

Banyak hal yang dibahas dalam diskusi, mulai isu lokal terkini hingga isu politik nasional. Di antaranya membahas.pengelolaan limbah yang dihasilkan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), dan Proyek Strategis Nasional (PSN) Water Front Line di Surabaya.

Hadir dalam forum diskusi, Ketua DPD Partai Golkar Jatim Ali Mufti, Sekretaris DPD Partai Golkar Jatim Blegur Prijanggono, dan sejumlah pengurus harian DPD Partai Golkar Jatim.

img_title Resmi Dilantik, Ini Program Prioritas Pengurus IKA PMII Trenggalek

Ali Mufti yang juga anggota Komisi V DPR RI itu menyebut Golkar Jatim sangat terbuka menerima kelompok mahasiswa untuk berdiskusi seputar tema kebangsaan.

"Bukan hanya kali ini saja, kami sering menerima kelompok mahasiawa untuk berdiskusi secara konstruktif tentang isu-isu terkini. Sekaligus kami menyerap aspirasi dari mahasiswa," terangnya.

img_title Alumni PMII Lintas Generasi akan Kumpul-kumpul di Surabaya, Sejumlah Tokoh Hadir

Dia menegaskan, Golkar Jatim membuka ruang dialog seluas-luasnya bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terlibat aktif dalam proses politik dan pembangunan bangsa.

Ketua Kopri PMII Jatim Kholisatul Hasanah menyampaikan sejumlah masukan, salah satunya terkait pengelolaan limbah dari program makan bergizi gratis (MBG).

Ia menyoroti potensi timbulan sampah dalam jumlah besar dari satuan penyelenggara program gizi (SPPG) di Jawa Timur.

Menurut dia, diperlukan inovasi dan strategi pengolahan limbah yang tepat agar dampak lingkungan dari program tersebut dapat diminimalkan.

“Kami melihat ada potensi ribuan ton sampah setiap minggu, sehingga perlu solusi konkret dalam pengelolaannya,” ujarnya.

Laporan: Achmad Faizal/Surabaya