Mojokerto Diterjang Angin Kencang: Fasilitas Umum Rusak hingga Pohon Tumbang

Cuaca ekstrem dan angin kencang di Mojokerto
Sumber :
  • Viva Jatim/M Luthfi

Mojokerto, VIVA Jatim – Cuaca ekstrem berupa hujan deras dan angin kencang melanda wilaya Mojokerto pada Minggu, 12 April 2026 siang. Insiden ini mengakibatkan kerusakan sejumlah fasilitas umum, rumah warga, hingga sarana kepolisian di titik strategis.

img_title Prakiraan Cuaca Jatim Hari Ini, Sabtu, 9 Mei 2026 Berdasarkan BMKG

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Mojokerto, Ganesh Pressiatantra melaporkan bahwa dampak cukup parah terjadi di Jalan Kuwung, Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan. Angin kencang yang terjadi sekitar pukul 14.26 WIB menyebabkan atap sebuah bangunan rumah kos milik warga terbang.

"Hujan intensitas sedang hingga tinggi mulai mengguyur sejak pukul 14.00 WIB. Akibat angin kencang, atap kos-kosan milik Bapak Bagio yang berbahan galvalum terbang dan mengalami rusak parah," ujar Ganesh Pressiatantra dalam keterangannya.

img_title Prakiraan Cuaca Jatim Hari Ini, Jumat, 8 Mei 2026 Berdasarkan BMKG

Selain kerusakan bangunan, sebuah pohon sengon berdiameter 60 cm tumbang di lokasi yang sama dan menutup total akses Jalan Kuwung. Tim gabungan dari BPBD Kota Mojokerto, BPBD Jatim (Agisena), PMI, hingga Polres Mojokerto Kota langsung dikerahkan untuk melakukan evakuasi.

"Tim bergerak cepat ke lokasi pada pukul 14.35 WIB untuk penanganan darurat. Pukul 16.18 WIB, evakuasi pohon tumbang sudah selesai dan jalan kembali bisa dilalui. Alhamdulillah, korban jiwa nihil," tambah Ganesh.

img_title Prakiraan Cuaca Jatim Hari Ini, Kamis, 7 Mei 2026 Berdasarkan BMKG

Di saat yang hampir bersamaan, dampak angin kencang juga merusak fasilitas kepolisian di Simpang 5 Kenanten, Kecamatan Puri. Sebuah tenda Pos Pengamanan (Pos Pam) berukuran 16x8 meter ambruk diterjang angin pada pukul 14.15 WIB.

Kasat Lantas Polres Mojokerto, AKP Muhammad Yogie Pratam menjelaskan, tenda tersebut terhempas ke arah barat hingga menutupi sebagian badan jalan Bypass Mojokerto, yang sempat memicu kemacetan.

"Pos tersebut memang sudah tidak digunakan pasca-Operasi Ketupat Semeru dan rencananya akan dibongkar besok. Meski nihil korban jiwa, kerugian material diperkirakan mencapai Rp40–50 juta," jelas AKP Yogie.

Selain Pos Pam, dua baliho besar di Jalan Wijaya Kusuma, Desa Banjaragung, Kecamatan Puri juga dilaporkan roboh. Beruntung, material baliho tidak sampai menutup arus lalu lintas dan segera dikoordinasikan dengan instansi terkait untuk proses evakuasi.