Literasi Keuangan Syariah: Mendorong Penguatan Ekosistem Ekonomi di Ponpes Lirboyo

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK-RI, Dicky Kartikoyono
Sumber :
  • VIVA Jatim/Madchan Jazuli

Kediri, VIVA Jatim – Seribu santri Pondok Pesantren Lirboyo Kediri tampak antusias berada di halaman depan Gedung Yayasan Pondok Lirboyo. Mereka dengan saksama mendengarkan sekaligus menyimak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang memberikan literasi dan inklusi keuangan syariah. Sinergi dan kolaborasi bersama para pemangku kepentingan dalam kegiatan Penguatan Ekosistem Pesantren melalui Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah pada Program Prioritas Pemerintah sukses terselenggara di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur.

img_title Launching 10.000 MCK, Gus Muhaimin: Sanitasi di Pesantren Sudah Tidak Rasional!

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia, Dicky Kartikoyono menerangkan penguatan literasi keuangan syariah pada ekosistem pesantren adalah upaya strategis dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

"Pesantren memiliki peran penting sebagai pusat pendidikan sekaligus penggerak ekonomi masyarakat. Melalui peningkatan literasi dan pemahaman keuangan syariah, masyarakat diharapkan dapat mengambil keputusan keuangan secara bijak serta terhindar dari berbagai risiko keuangan," ujar Dicky dihadapan ratusan santri, Selasa, 14 April 2026.

img_title Meluruskan Mesin Ekonomi Negara: Kritik atas Dividen BUMN dan Ikhtiar Kemandirian Umat Bersama NU

Menurutnya edukasi ini juga bagian dari upaya bersama dalam mendorong penguatan ekosistem ekonomi pesantren. Pun juga mendukung program prioritas pemerintah yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas.

"Terkhusus lewat penguatan pemenuhan gizi dan pengembangan usaha di lingkungan pesantren," bebernya.

img_title Santri Ponpes BIMA Tembus Rusia hingga China, Gus Muhaimin: Ini Modal Indonesia Emas

Dikatakan Dicky, SAKINAH merupakan akronim dari Tingkatkan Literasi Santri Mengenai Kesehatan Keuangan dan Raga. Lewat kegiatan SAKINAH, OJK mendorong penguatan literasi keuangan syariah bagi generasi santri.

Kegiatan yang mengusung tema "Santri Sehat, Keuangan Kuat, Masa Depan Hebat" ini diikuti oleh sekitar 1.000 santri dan memuat edukasi mengenai pengenalan produk dan layanan keuangan syariah, pengelolaan keuangan, kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal, serta pentingnya gizi dalam membentuk generasi yang sehat dan produktif. Para santri diharapkan tidak hanya memahami pentingnya menjaga kesehatan keuangan melalui pengelolaan keuangan yang baik dengan pemanfaatan produk/layanan keuangan syariah,

"Akan tetapi juga menyadari pentingnya gizi dalam menunjang kesehatan jiwa dan raga sebagai bagian dari perencanaan untuk mencapai kesejahteraan di masa depan," imbuhnya.

Kegiatan ini berkolaborasi dengan peningkatan pemahaman dan akses kepada keuangan syariah melalui Program Forum Edukasi dan Temu Bisnis Keuangan Syariah (FEBIS) dan Santri Cakap Literasi Keuangan Syariah (SAKINAH). Lalu, OJK bersinergi dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama PBNU.

Halaman Selanjutnya
img_title