Jawab Krisis Tenaga Kesehatan, Universitas Ciputra Resmi Buka Prodi Spesialis dan Psikolog
- VIVA Jatim/Tito
Surabaya, VIVA Jatim – Universitas Ciputra Surabaya resmi membuka tiga program studi (prodi) baru untuk Tahun Ajaran 2026/2027. Peresmian dilakukan pada Sabtu, 18 April 2026, sebagai respons atas kebutuhan tenaga kesehatan yang semakin mendesak di Indonesia.
Tiga prodi tersebut meliputi Pendidikan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obgyn), Pendidikan Dokter Spesialis Bedah, serta Pendidikan Profesi Psikolog.
Rektor Universitas Ciputra Surabaya, Prof. Dr. Wirawan Endro Dwi Radianto, M.ScA., CA., Ak, menegaskan pembukaan program ini menjadi langkah strategis kampus dalam menjawab tantangan sektor kesehatan nasional.
“Ini benar-benar mendesak. Kami ditugaskan membuka dua spesialis dan satu profesi psikologi, dan kami merespons dengan segera,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, minat masyarakat terhadap ketiga program tersebut sangat tinggi, bahkan melampaui kuota yang telah disiapkan.
“Animonya sangat besar, bahkan di luar perkiraan kami. Kuota kemungkinan akan kami tambah,” katanya.
Menurutnya, tingginya minat tersebut menunjukkan kebutuhan dokter spesialis dan psikolog di Indonesia masih belum terpenuhi, terutama untuk pemerataan layanan kesehatan di berbagai daerah.
Untuk masa studi, program Pendidikan Profesi Psikolog ditempuh selama sekitar 1,5 tahun, sementara pendidikan dokter spesialis berlangsung selama empat tahun.
Dalam mendukung proses pembelajaran, Universitas Ciputra bekerja sama dengan sejumlah rumah sakit, salah satunya RSUD dr. Soewandhie Surabaya sebagai wahana pendidikan klinis mahasiswa.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh, Sp.B., FINACS., FICS menyebut kebutuhan dokter spesialis, khususnya di bidang bedah, masih tinggi.
“Produksi dokter spesialis masih kurang. Bahkan antrean operasi di rumah sakit masih panjang,” ungkapnya.
Universitas Ciputra juga menargetkan pembangunan gedung Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan rampung pada September 2027. Selain kompetensi klinis, kampus ini menekankan penguatan entrepreneurship mindset bagi para lulusannya.
“Dokter spesialis dan psikolog kami tidak hanya kompeten secara klinis, tetapi juga kreatif dan inovatif,” kata Rektor.
Ke depan, kampus menargetkan lulusan mampu berkontribusi tidak hanya di Surabaya, tetapi juga menjawab kebutuhan tenaga kesehatan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk daerah terpencil dan kawasan Indonesia Timur.