Di TGX Woment Summit, Ketua TP PKK Trenggalek Ajak Perempuan Berjuang Hadapi Tantangan

Ketua TP PKK Trenggalek, Novita Hardini.
Sumber :
  • Madchan Jazuli

Trenggalek, VIVA Jatim-Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek sekaligus Anggota DPR RI dari Dapil VII Jatim, Novita Hardini sukses menghelat TGX Women Summit dalam rangka memperingati Hari Kartini. Ia mengajak kepada seluruh perempuan untuk menyalakan api perjuangan positif.

img_title Pemkab Trenggalek Siapkan Spot Nobar Piala Dunia 2026 di Halaman Dispora

Novita menegaskan perjuangan harus terus digelorakan mengingat tantangan masih cukup berat bagi masyarakat. Para perempuan juga harus bisa menghadapi tantangan kehidupan rumah tangga dengan segala problematikanya.

"Kita menghelat sesi Workshoop dalam rangka memperingati Hari Kartini menyongsong 21 April. Di mana hingga pada tahun 2026 kita masih menghadapi banyak sekali barier-barier yang tidak menguntungkan bagi perempuan dari berbagai lapisan masyarakat yang ada," ujar Novita, di Gedung Bioskop NSC Kabupaten Trenggalek.

img_title Pemkab Trenggalek Terbantu Adanya TMMD di Trenggalek: Menghemat Anggaran Pembangunan

Dalam kegiatan yang dikemas dalam bentuk Workshoop itu, Novita melakukan serangkaian kegiatan, salah satunya peluncuran buku 'Bising dan Hening' yang merupakan kisah perjalanan beberapa perempuan yang telah berhasil melewati masalahnya. Bukan hanya peluncuran buku, ada juga pemutaran beberapa film dokumenter dan animasi karya anak muda Trenggalek berprestasi.

Novita mengaku banyak menemukan anak muda Trenggalek berprestasi di kancah nasional dan kini berkarir di luar Trenggalek. Ia merasa perlu merangkul talenta muda berbakat tersebut.

img_title 30 Pegawai Cuti Haji, BKPSDM Pastikan Pelayanan di Pemkab Trenggalek Tetap Normal

Perempuan alumnus Master of Economic UINSATU ini mengajak kepada seluruh perempuan untuk menyalakan api perjuangan yang positif untuk bisa menghadapi kehidupan masing-masing.

Sementara itu terkait peluncuran buku, Founders UPRINTIS Indonesia ini mengatakan sengaja ditujukan untuk anak muda dan dirinya. Ia merasa perlu mendukung kreativitas anak muda.

"Saya harus menyalakan stimulasi-stimulasi yang kreatif bagi anak-anak muda kita," imbuhnya.

Ia menekankan bagaimana agar menjadikan setiap perjuangan hidup menjadi karya. Maka dari itu buku ini menjadi simulasi bagi seluruh perempuan untuk bisa berkarya melalui tulisannya.

"Karena ini juga bisa menjadi memoar yang yang berbicara tentang apa yang selama ini mungkin tidak bisa dibicarakan. Bukunya tentang historikal story seluruh perempuan-perempuan yang telah melewati berbagai ujian. Dimana cara mereka melewati dan apa yang menjadi pemikiran-pemikiran mereka yang mereka tuangkan dalam buku ini," tuturnya.

Halaman Selanjutnya
img_title