99,5 Persen Siswa Ikut TKA SD Jatim, Bukti Kesiapan Sekolah Tinggi
- VIVA Jatim/Tito
Surabaya, VIVA Jatim-Tes Kompetensi Akademik (TKA) jenjang Sekolah Dasar (SD)/sederajat di Jawa Timur mulai digelar serentak pada 20–30 April 2026.
Pelaksanaan tahun ini dibuat lebih fleksibel dengan sistem empat gelombang, menyesuaikan kesiapan sarana dan prasarana di masing-masing sekolah.
Kebijakan tersebut mengacu pada Surat Edaran Kepala BSKAP Kemendikdasmen Nomor 0505/B/F.F4/SK.02.02/2026 tentang Pelaksanaan TKA dan Survei Lingkungan Belajar (Sulingjar) Tahun 2026.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menegaskan pemerintah provinsi berperan aktif dalam memastikan kelancaran pelaksanaan TKA di seluruh wilayah.
“Pelaksanaan TKA jenjang SD kami dorong tetap fleksibel agar seluruh satuan pendidikan bisa menyesuaikan dengan kesiapan masing-masing, tanpa mengurangi kualitas dan standar pelaksanaan,” ujar Aries.
Menurut Aries, fleksibilitas ini penting agar seluruh murid memiliki kesempatan yang sama dalam mengikuti asesmen nasional. Ia juga mengungkapkan tingkat partisipasi peserta TKA SD di Jawa Timur mencapai angka tinggi, yakni 99,5 persen.
“Capaian partisipasi yang hampir menyentuh 100 persen ini menunjukkan komitmen kuat dari sekolah, guru, dan orang tua dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan,” katanya.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan, sebanyak 408.901 siswa SD atau 99,5 persen dari total 410.959 siswa mengikuti TKA. Sementara itu, 2.058 siswa atau 0,5 persen tercatat tidak mengikuti ujian.
Dari sisi satuan pendidikan, sebanyak 18.748 sekolah atau 99,18 persen dari total 18.903 SD di Jawa Timur turut berpartisipasi. Sisanya, 155 sekolah atau 0,82 persen belum mengikuti pelaksanaan tahun ini.
Adapun mata pelajaran yang diujikan meliputi Matematika dan Numerasi pada hari pertama, serta Bahasa Indonesia dan Literasi pada hari kedua. Setiap gelombang pelaksanaan berlangsung selama dua hari dengan empat sesi ujian per hari.
Aries menambahkan, pihaknya melakukan pemantauan melalui posko TKA serta monitoring dan evaluasi secara berkala guna memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai pedoman.
“Kami memastikan pelaksanaan TKA berlangsung tertib, transparan, dan akuntabel. Hasilnya akan menjadi dasar penting dalam merumuskan kebijakan peningkatan kualitas pembelajaran di Jawa Timur,” pungkasnya.