Viral Puting Beliung Dekat Jembatan Suramadu, BMKG Tegaskan Itu Waterspout
- Akun IG @daryl_alvaro16
Surabaya, VIVA Jatim – Video pusaran angin menyerupai puting beliung di perairan sekitar Jembatan Suramadu viral di media sosial. Petugas dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maritim Tanjung Perak Surabaya menyampaikan jika fenomena alam tersebut dikenal sebagai waterspout alias belalai air.
Video pusaran angin itu viral setelah sebuah akun Instagram daryl_alvaro16 mengunggah beberapa jam lalu, Rabu, 22 April 2026. Peristiwa langka ini lantas membikin warganet heboh.
Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya, Sutarno mengatakan, penampakan dalam video yang viral merupakan puting beliung. Namun karena lokasi terjadinya fenomena ini di perairan maka disebut sebagai waterspout atau belalai air.
"Kalau terjadi di air itu namanya waterspout. Kalau di darat namanya puting beliung," ujar Sutarno.
Dia menjelaskan, fenomena tersebut terbentuk dari awan Cumulonimbus (Cb) yang tumbuh menjulang tinggi akibat arus udara naik yang kuat. Kondisi udara panas dan lembap kemudian naik, mengembun dan memicu turbulensi hebat di dalam awan hingga membentuk corong angin yang dapat menyentuh permukaan air atau daratan.
Menurutnya, kemunculan fenomena tersebut tergolong lazim, terutama saat masa peralihan musim atau pancaroba dari musim hujan ke musim kemarau.
"Biasanya terjadi pada siang atau sore hari di masa transisi. Jadi ini bukan anomali, memang hal yang biasa terjadi," lanjutnya.
Sutarno menambahkan, kondisi cuaca panas yang dirasakan beberapa hari terakhir turut mendukung terbentuknya fenomena tersebut. Hal itu dipengaruhi oleh pergerakan posisi matahari yang saat ini berada di belahan bumi utara, sehingga memicu dinamika atmosfer di wilayah Indonesia.
Meski tergolong fenomena alam yang umum, masyarakat tetap diminta waspada. Terutama bagi pengendara yang melintas di kawasan Jembatan Suramadu saat waterspout ini muncul.
"Perlu diwaspadai karena anginnya sangat kencang, apalagi di atas jembatan. Masyarakat diimbau untuk berhenti jika kondisi tidak memungkinkan, karena bisa membahayakan pengendara," tegasnya.
Selain itu, masyarakat juga diminta tidak berteduh di bawah pohon saat terjadi angin kencang, karena berpotensi tumbang dan membahayakan keselamatan.