Perajin Bata di Mojokerto Temukan Struktrur Bangunan Diduga Peninggalan Majapahit
- VIVA Jatim/Luthfi
Mojokerto, VIVA Jatim – Seorang perajin batu bata, di Mojokerto, Sutikno, menemukan benda dan struktur bangunan yang diduga peninggalan zaman Majapahit.
Struktur Bangunan kuno itu ditemukan saat menggali lahan untuk dijadikan linggan atau barak-barak tempat pembuatan batu bata di area kebun jagung di Desa Beloh, Kecamatan Trowulan, Mojokerto. Lahan itu disewa Sutikno dari mediang Nur Kholis, warga setempat.
Temuan ini pun dilaporkan ke Balai Pelestarian Kebudayaan (BKP) Wilayah XI Jawa Timur pada 8 April 2026 lalu. Selanjutnya, BPK Wilayah XI menurunkan tim untuk mengecek ke lokasi.
“Setelah dilakukan penanganan awal, kami menemukan struktur bata, lalu kami mengajukan kegiatan penyelamatan. Tujuannya dari survei ini untuk memastikan potensi struktur bangunan atau tembok atau yang lainnya,” kata Ketua Tim Kerja Penyelamatan, Pengamanan, dan Advokasi (PPA) BPK Wilayah XI Jatim, Ning Suryati, Rabu, 22 April 2026.
Proses penggalian sudah berlangsung sejak 20 April 2026. Rencananya akan berjalan selam 4 hari.
Dari survei hari ketiga ini, tim arkeolog membuka setidaknya 7 kotak dengan total luasan 12x21 meter. Masing-masing kotak berukuran 2x2 meter.
Dari penggalian tersebut terlihat jelas memang ada sejumlah struktur bangunan menyerupai bangunan kuno. Di mana terdapat bata kuno cukup besar dengan panjang 10 meter di kontak nomor 2 sampai 5. Sedangkan di dalam kotak lagi sepanjang 4 meter.
Tapi beberapa temuan bata kuno yang ada kondisinya masih belum utuh. “Struktur terpendam tidak sampai 30 cm sudah ketemu. Ada juga yang tidak sampai 5 cm sudah terlihat,” ungkap Suryati.
Selain bata kuno, juga ditemukan sebuah lumpang, gerabah, keramik, satu koin mata uang, dan mata pancing di sekitar lokasi.
Kendati demikian, Suryati tak mau langsung menyimpulkan apakah situs tersebut masuk ke dalam kategori cagar budaya. Sebab tim arkeolog masih perlu melakukan penelitian lebih dalam, sekaligus mencari temuan lain di lokasi yang sama.
Namun hasil analis sementara, ia menduga bahwa struktur ini diduga sebagai bekas dinding. Dugaan itu diperkuat dengan temuan serupa yang tak jauh dari lokasi ini. Dengan adanya temuan luar berupa gerabah dan keramik, area kebun jagung ini diduga sebagi bekas permukiman yang mencakup 3 periode zaman Majapahit.