Kakek di Simokerto Surabaya Meninggal Penuh Luka Bacok
- Istimewa
Surabaya, VIVA Jatim-Seorang kakek berinisial MJ (61) ditemukan meninggal dunia dengan penuh luka bacok di kawasan Jalan Pragoto II, Simolawang, Simokerto, Surabaya, Kamis, 23 April 2026 pagi tadi.
MJ diduga menjadi korban pengeroyokan hingga berujung kematian setelah dibacok dan ditusuk pelaku menggunakan senjata tajam berulang kali.
Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Simokerto Komisaris Polisi (Kompol) Zainur Rofiq ketika dikonfirmasi wartawan membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya menduga, pelaku berjumlah dua orang yang masih memiliki hubungan kekerabatan dengan korban.
"Jadi, informasi yang kami dapat dari warga, ini korban inisial namanya MJ, tetapi untuk yang yang melakukan ini masih kami kantongi nama-namanya. Saat ini untuk jajaran anggota operasional masih kami turunkan untuk segera untuk mencari nama-nama tersebut," kata Zainur.
Perwira berpangkat satu melati di pundak ini kemudian menjelaskan bahwa berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), anggotanya mendapati tubuh korban menderita dua luka bacok dan tusuk benda tajam.
Beberapa luka benda tajam itu terdapat pada bagian dada sebelah kiri dan kepala korban. Kucuran darah segar juga tampak mengalir dari luka-luka tersebut hingga membuat kakek nahas tersebut kehilangan nyawa seketika.
Usai melakukan olah TKP, petugas kepolisian dikatakan Zainur selanjutnya mengevakuasi jenazah korban ke Rumah Sakit Bhayangkara HS Samsoeri Mertojoso Surabaya untuk menjalani visum et repertum.
"Jenazah langsung kami larikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda. Saat ini persiapan untuk laksanakan autopsi," lanjutnya.
Ketika ditanya mengenai kronologi kejadian, Zainur belum bisa merinci secara lengkap. Pun dengan motif pengeroyokan berujung kematian ini juga belum sepenuhnya terungkap. Sebab kata dia, anggotanya masih menyelidiki dan sedang fokus memburu dua terduga pelaku yang identitasnya sudah diketahui.
Untuk membantu dalam menangani kasus ini, pihaknya menegaskan telah mengumpulkan rekaman kamera CCTV dari lokasi kejadin. Serta meminta keterangan sejumlah saksi dari warga sekitar.
"Kalau ini motifnya masih kami tunggu hasil pemeriksaan nanti, ya, tetapi kalau pelakunya yang jelas informasi dari keterangan yang mengetahui, lebih dari dua orang. Kami juga berencana memeriksa CCTV," pungkasnya.