Pembacok Kakek Simokerto Hingga Meninggal Tertangkap di Sampang

Korban terkapar di lokasi kejadian
Sumber :
  • Istimewa

Surabaya, VIVA Jatim-Pelaku pembacokan terhadap seorang kakek berinisial MJ (61) hingga tewas di kawasan Simokerto, Surabaya, akhirnya berhasil ditangkap. Pelaku berinisial AR alias MAN diamankan oleh Tim Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya di wilayah Sampang, Madura.

img_title Pelaku Pembacokan Valet Ambyar di Surabaya Menyerahkan Diri

Penangkapan dilakukan sehari setelah peristiwa pembacokan yang menewaskan korban pada Kamis, 23 April 2026 kemarin.

Kepala Unit Jatanras Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Besar (Kanit Jatanras Polrestabes) Surabaya Inspektur Satu (Iptu) Evan Ibrahim ketika dikonfirmasi wartawan, membenarkan penangkapan tersebut.

img_title Cak Sholeh Meninggal, Aktivis Ojol Kenang Jasa Almarhum Bela Tanpa Bayaran

"Betul, sudah kami amankan [terduga pelaku] satu orang," ujar Evan, Jumat, 24 April 2026.

Kendati pelaku telah ditangkap, dirinya belum bisa menyampaikan secara gamblang tentang motif yang melatarbelakangi kasus pembacokan maut itu terjadi. Sebab, kata dia, penyidik masih melakukan pemeriksaan intensif kepada AR.

img_title Polrestabes Surabaya Tangkap 3 Penyerobot Ruko Ngagel Asal Sampang

Sebelumnya diberitakan, MJ ditemukan meninggal dunia dengan sejumlah luka akibat pembacokan dan penusukan di kawasan Jalan Pragoto II, Simolawang, Simokerto, Surabaya, pada Kamis pagi.

Korban diduga menjadi korban pengeroyokan yang berujung kematian setelah diserang menggunakan senjata tajam. Tak diketahui bagaimana kronologi peristiwa ini terjadi.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), korban diketahui menderita sejumlah luka akibat pembacokan dan penusukan pada bagian dada sebelah kiri hingga wajah.

Usai dilakukan olah TKP, petugas kemudian  mengevakuasi jenazah korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) untuk menjalani proses autopsi.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Simokerto, Komisaris Polisi (Kompol) Zainur Rofiq sebelumnya menyebut, pelaku diduga lebih dari satu orang dan memiliki hubungan kekerabatan dengan korban.

Untuk mengungkap kasus ini, polisi dikatakannya, juga telah mengantongi identitas para pelaku yang saat itu dalam pengejaran petugas. Selain itu, beberapa saat setelah kejadian, penyidik seketika mengumpulkan rekaman kamera pengawas (CCTV) serta meminta keterangan sejumlah saksi untuk mengungkap motif di balik kejadian tersebut.

Hingga kini, kepolisian masih terus mengembangkan kasus guna mengungkap kemungkinan ada pelaku lain yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan tersebut. Serta untuk membuka motif di balik kejadian ini.