Jersey LFC 3.0: Simbol Kebanggaan dan Asa Kebangkitan Sepak Bola Lamongan

Allegiant resmi merilis jersey Lamongan Football Culture (LFC) 3.0
Sumber :
  • VIVA Jatim/Imron

Lamongan, VIVA Jatim – Brand apparel Allegiant resmi merilis jersey Lamongan Football Culture (LFC) 3.0 hasil kolaborasi dengan desainer asal Lamongan, Rifqee Hulk. Jersey ini mengusung desain yang sarat makna dengan menampilkan berbagai ikon kebanggaan Kabupaten Lamongan.

img_title Tujuh Stand Pasar Agrobis Babat Lamongan Ludes Terbakar, Api Berasal dari Toko Styrofoam

Melalui akun Instagram resminya, Allegiant memperkenalkan jersey dengan dominasi warna biru dan sentuhan cream denim. Berbagai elemen visual dihadirkan sebagai representasi identitas daerah sekaligus perjalanan sepak bola Lamongan.

CEO Allegiant, Fajar Zavi, menjelaskan bahwa desain jersey menampilkan figur Joko Tingkir sebagai inspirasi utama. Selain itu, terdapat visual Tugu Bandeng dan Lele serta Stadion Surajaya yang menjadi simbol kebanggaan masyarakat Lamongan.

img_title Heroes Push Bike Championship Perdana Diserbu 600 Rider, Peserta Datang dari Empat Negara

Tak hanya itu, logo ambigram Hari Jadi Lamongan (HJL) ke-457 juga disematkan sebagai bentuk penghormatan artistik terhadap sejarah daerah.

"Elemen lain seperti awan bergejolak menggambarkan fase penuh tantangan dalam perjalanan sepak bola Lamongan, yang dipadukan dengan visual cahaya sebagai simbol harapan dan kebangkitan," ucapnya, Jumat, 24 April 2026.

img_title Prakiraan Cuaca Jatim Hari Ini, Senin, 13 Juli 2026 Berdasarkan BMKG

Tak hanya itu, Jersey LFC 3.0 juga dilengkapi spesifikasi premium, antara lain logo 3D flock tatami, bahan senna premium, full printing, serta dikemas dalam kotak eksklusif.

Kehadiran jersey ini dapat meningkatkan semangat suporter dalam mendukung tim kebanggaan mereka. “

Harapan kami, kehadiran Jersey ini bisa lebih menggairahkan suporter. Kami ingin pecinta sepak bola Lamongan semakin bersemangat memberikan dukungan,” kata Fajar Zavi.

Sementara itu, Rifqee Hulk menambahkan berbagai ikon pendukung dalam desainnya, seperti angka 1967 sebagai tahun berdirinya perserikatan sepak bola Lamongan, simbol air, tiga bulatan sebagai lambang persatuan, keris sebagai kekuatan, hingga siluet piala dan bintang yang merepresentasikan kejayaan.

Peluncuran jersey ini juga sejalan dengan harapan besar untuk membawa Persela Lamongan kembali bersaing di kasta tertinggi sepak bola nasional.

“Setiap desain selalu saya sisipkan pesan dan harapan. Kami ingin menunjukkan bahwa seberat apa pun perjalanan yang dilalui, selalu ada peluang untuk bangkit,” ujarnya.