Jambore ke-3 Bersih-bersih Masjid Diikuti Ratusan Peserta di Tulungagung

Kegiatan Jambore ke-3 Bersih-bersih Masjid di Tulungagung.
Sumber :
  • Madchan Jazuli

Ferdi menambahkan meski gerakan ini sudah tersebar di banyak kota, diperlukan sebuah wadah untuk menyatukan visi dan semangat kebersamaan. Jambore ini merupakan langkah untuk menyeragamkan niat para relawan di seluruh daerah.

img_title KPK Geledah Pendopo Tulungagung, Temukan Surat Pernyataan Pengunduran Diri Kepala Dinas Tanpa Tanggal

Sebelumnya, Jambore pertama sukses dilaksanakan di Pulau Bali sebagai bentuk syiar Islam dari Pulau Dewata. Sementara itu, Jambore kedua digelar di Cangkringan, Yogyakarta, yang juga diisi dengan pelatihan pembuatan sabun dan sampo pembersih secara mandiri.

"Itu dilakukan agar komunitas relawan dapat mencapai swasembada perlengkapan," jelasnya.

img_title Nenek di Tulungagung Ditemukan Meninggal Bersimbah Darah di Dapur

Ferdi juga mengungkapkan pelaksanaan tahun ini memiliki nilai emosional yang tinggi karena bertujuan untuk merawat semangat dakwah almarhum Kiai Jazir yang telah wafat tahun lalu. Pihaknya ingin merawat semangat dakwah beliau.

"Inisiatif untuk menyatukan relawan secara nasional ini awalnya memang didorong oleh Pak Kiai Jazir melalui berbagai kajian. Setelah beliau wafat, kami merasa momentum ini harus segera dilaksanakan agar semangat tersebut tetap terjaga," tuturnya.

img_title Kemendagri Pastikan Pelayanan di Pemkab Tulungagung Tetap Berjalan Usai OTT Bupati Gatut Sunu

Pemilihan Masjid Al-Fattah Tulungagung sebagai tuan rumah bukan tanpa alasan. Masjid ini tengah dipersiapkan untuk diperkenalkan sebagai World Musafir International atau masjid musafir berkelas dunia.

"Momentum ini sangat pas. Bersama Ustaz Kusnadi dan tim, kami sepakat menyiarkan gerakan ini di sini, bertepatan dengan perkenalan Masjid Al-Fattah sebagai destinasi bagi musafir internasional," tambah Ferdi.

Antusiasme peserta pada tahun ketiga ini diklaim sangat luar biasa. Tercatat ada sekitar 43 komunitas dengan total hampir 500 peserta yang terdaftar resmi. Para relawan datang dari berbagai wilayah, mulai dari Aceh (Tamiang dan Sigli), Medan, Bandung, hingga Bali.

Selain aksi bersih-bersih di lima masjid sekitar, kegiatan ini juga bertujuan untuk menginspirasi generasi muda. Ferdi menekankan pentingnya regenerasi pejuang masjid agar estafet perjuangan ini tidak terputus.

Ia mengatakan bahwa dalam kegiatan ini juga dilakukan proses pembuatan film yang menonjolkan peran anak-anak dalam membersihkan masjid. Hal ini dilakukan agar hati anak-anak di seluruh Indonesia tertarik untuk mencintai masjid sejak dini.

"Misi utama kita adalah menciptakan generasi berikutnya yang cinta masjid. Kita yang memulai ini sudah tidak muda lagi. Dengan melihat aksi nyata ini, kami berharap anak-anak sadar bahwa membersihkan masjid adalah langkah awal yang luar biasa untuk menjadi pejuang masjid," pungkasnya.