Gus Salam Nyatakan Maju Calon Ketum PBNU: Kiai dan Ulama Memberi Restu
- Achmad Faizal/VIVA Jatim
Surabaya, VIVA Jatim – KH Abdussalam Sohib atau Gus Salam menyatakan dirinya akan maju sebagai calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Ketum PBNU) pada Muktamar NU ke-35 yang rencananya akan digelar tahun 2026. Sebagai langkah awal, Gus Salam mengaku sudah mulai sowan atau berkunjung kepada ulama dan Kiai sepuh NU seluruh Indonesia.
"Saya memohon restu kepada tokoh, ulama, dan kiai NU untuk maju menjadi calon Ketua Umum PBNU. Saya berikhtiar untuk mendapatkan kepercayaan dari NU," katanya kepada wartawan di Surabaya pada Selasa, 28 April 2026.
Beberapa waktu terakhir, Pengasuh Ponpes Mambaul Maarif Denanyar Jombang itu mengaku intens sowan kepada para ulama dan kiai NU di berbagai daerah. Selain Jawa Timur, juga ke Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga ke Kalimantan.
Beberapa di antaranya yang sudah disowani ialah KH Nurul Huda Djazuli Ploso, KH Anwar Mansyur Lirboyo, KH Kholil As’ad Syamsul Arifin Ponpes Walisongo Situbondo, KH Fuad Nurhasan Ponpes Sidogiri, Rois Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, KH Abdul Hanan Kediri, hingga Kiai Asep Saifuddin Chalim Ponpes Amanatul Ummah.
Selain itu, Gus Salam mengaku telah menemui KH Ma’ruf Amin dan KH Said Aqil Siradj di Jakarta. Di Jawa Barat, Gus Salam menemui KH Ubaidillah Ruhiat, KH Abun Bunyamin (Rois Syuriah PWNU Jawa Barat) dan KH Muhammad Nuh Addawami.
"Alhamdulillah, karena saya memiliki niat baik untuk membenahi NU, para kiai dan ulama memberi restu," jelasnya.
Yang menjadi alasan utama dirinya ingin maju dalam kontestasi Muktamar NU tahun ini karena keprihatinannya melihat NU saat ini yang kerap mempertontonkan konflik internal di tengah publik.
"Hampir tidak pernah NU tampil sebagai solusi atas permasalahan ummat, yang muncul justru konflik internal yang tidak perlu," terangnya.
Dia menawarkan solusi rekonsiliasi nasional jika dirinya terpilih dalan muktamar nanti, selain konsep pengembangan pesantren dan pengembangan ekonomi keumatan.
Gus Salam berkiprah di struktural NU sejak tahun 2002, dimulai dari menjadi pengurus Lembaga Bahtsul Masa'il Nahdlatul Ulama (LBMNU) Kota Kediri. Selanjutnya, pada tahun 2009 menjadi pengurus LBMNU Jombang, dan tahun 2012 ia masuk jajaran Pengurus Syuriyah Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang.