Atasi Banjir Tahunan di Lamongan, Proyek Tanggul Raksasa Jabung Ring Dyke Dikebut

Sekretaris Dinas PU SDA Jatim Fauzy Nasruddin.
Sumber :
  • Achmad Faizal/VIVA Jatim

Surabaya, VIVA Jatim – Pemerintah mempercepat proyek tanggul raksasa Jabung Ring Dyke di jalur sungai Bengawan Jero Kabupaten Lamongan. Proyek tersebut dipercaya sebagai solusi jangka panjang mengatasi banjir tahunan di Kabupaten Lamongan.

img_title Viral di Media Sosial, Pedagang di Lamongan Getok Harga Selangit Pelanggan Nasi Boran, Disperindag Berikan Edukasi

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Jatim, I Nyoman Gunadi melalui Sekretaris Dinas PU SDA, Fauzy Nasruddin mengatakan, proyek tersebut didanai pemerintah pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo sebesar Rp58 miliar.

Proyek tanggul raksasa ini dirancang berkapasitas tampung hingga 30 juta meter kubik air, dengan kemampuan mengalirkan debit sekitar 300 meter kubik per detik dari Bendung Babat langsung menuju laut. 

img_title Muhammad Harryanto Siap Bawa Panjat Tebing Lamongan Kembali Berjaya

Dengan skema tersebut, diharapkan beban aliran di hilir Bengawan Solo dapat berkurang signifikan

“Kalau air bisa langsung dibuang ke laut, maka muka air di sungai utama akan turun. Dampaknya, pintu air seperti di Kuro bisa lebih sering dibuka secara gravitasi, sehingga air hujan bisa lebih cepat keluar,” kata Fauzy kepada wartawan, Selasa, 28 April 2026.

img_title Pengendara Motor di Lamongan Meninggal Usai Terperosok ke Sungai

Saat ini, proyek Jabung Ring Dyke masih dalam tahap penyelesaian akhir. BBWS Solo telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp58 miliar pada tahun ini untuk menuntaskan pekerjaan fisik yang tersisa, yakni pembangunan sekitar 2 kilometer tanggul baru serta peninggian 1,3 kilometer tanggul eksisting.

Di sisi lain, upaya normalisasi sungai juga terus dilakukan sebagai solusi jangka pendek. Salah satu yang sedang berjalan adalah normalisasi Kali Malang–Corong dengan panjang pengerjaan mencapai hampir 7 kilometer. 

Program ini diharapkan mampu mempercepat aliran air keluar dari kawasan Bengawan Jero saat terjadi hujan lebat. Namun, proyek normalisasi tersebut juga menghadapi tantangan serupa, mulai dari penanganan material galian hingga keterlibatan masyarakat seperti petani dan petambak yang terdampak.

Fauzy menegaskan, seluruh upaya ini bertujuan untuk mengurangi risiko banjir, bukan menghilangkannya secara total dalam waktu singkat. Dengan kapasitas pengalihan debit mencapai 300 meter kubik per detik, aliran di Bendung Sembayat yang saat ini berkisar 600–800 meter kubik per detik dapat ditekan menjadi sekitar 300–400 meter kubik per detik.

Halaman Selanjutnya
img_title