Geger, Kuli Bangunan Tewas Diduga Dibacok OTK di Wonokusumo Surabaya
- Istimewa
Surabaya, VIVA Jatim-Warga Jalan Wonokusumo Jaya Baru Gang 2, Kelurahan Pegirian, Kecamatan Semampir, Surabaya, digegerkan dengan tewasnya seorang kuli bangunan yang diduga menjadi korban pembacokan oleh orang tidak dikenal (OTK), Rabu, 29 April 2026, sekitar pukul 08.00 WIB, siang tadi.
Korban ditemukan tergeletak bersimbah darah di gang permukiman warga sesaat sebelum berangkat bekerja.
Pria malang itu diketahui berinisial HN (37), asal Sampang, Madura, yang baru sekitar satu bulan tinggal di kawasan tersebut. HN diduga dibacok saat hendak berangkat kerja membantu saudaranya membangun rumah di kawasan Sidotopo, Surabaya.
Peristiwa berdarah itu sontak menggemparkan warga sekitar. Sejumlah warga yang mendengar teriakan langsung keluar rumah dan mendapati korban sudah terkapar di lokasi kejadian dengan luka parah.
Salah satu saksi mata, Ahmad Halil mengatakan, dirinya baru mengetahui kejadian itu setelah mendengar teriakan dari arah gang. Saat didatangi, korban sudah tergeletak dan kondisinya mengenaskan.
“Infonya pembacokan itu saat mau berangkat kerja. Dia kerja bantu saudaranya bangun rumah di Sidotopo,” kata Ahmad Halil kepada awak media.
Menurut Halil, korban belakangan ini bekerja sebagai pekerja bangunan yang baru tinggal di lingkungan tersebut. Korban disebut-sebut berasal dari Kabupaten Sampang dan sebelumnya sempat bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI).
“Orangnya baru tinggal di sini, kurang lebih sebulan. Asalnya dari Sampang, dulu juga pernah jadi TKI. Kalau penyebabnya kurang tahu,” ujarnya.
Belum diketahui pasti motif di balik dugaan pembacokan tersebut. Warga sekitar mengaku tidak mengetahui secara pasti ketika penyerangan terjadi. Apalagi persoalan apa yang menyebabkan korban mengalami penyerangan maut tersebut.
Tak lama setelah kejadian, warga melaporkan insiden itu ke aparat kepolisian setempat yang kemudian diteruskan melalui layanan darurat 112. Petugas gabungan bersama BPBD Kota Surabaya selanjutnya tiba di lokasi untuk melakukan penanganan awal dan mengevakuasi korban.
Jenazah korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans Dinas Sosial Kota Surabaya menuju Rumah Sakit Bhayangkara untuk keperluan identifikasi dan autopsi.
Sementara itu, aparat kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) usai menerima laporan. Sejumlah saksi juga dimintai keterangan guna mengungkap pelaku serta motif di balik insiden berdarah tersebut.