Mom Uung Luncurkan Gerakan Sosial di Kangean, Fokus Edukasi ASI dan Cegah Stunting
- VIVA Jatim/Tito
Surabaya, VIVA Jatim – Brand parenting Mom Uung menginisiasi gerakan sosial bertajuk #BersamaMomUung sebagai bentuk dukungan nyata bagi ibu menyusui di daerah terpencil.
Program ini digelar di Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, dengan melibatkan tenaga medis serta tim dari Universitas Airlangga melalui komunitas CHeNECE.
Gerakan ini berangkat dari temuan lapangan terkait tumbuh kembang anak yang belum optimal. Meski para ibu tetap menyusui, praktik ASI eksklusif kerap tidak berjalan dengan baik.
Masih banyak ibu yang memberikan tambahan seperti air tajin, air mineral, hingga pisang halus pada bayi di bawah enam bulan, padahal pada usia tersebut bayi seharusnya hanya menerima ASI.
Selain itu, ditemukan pula pola makan anak yang belum seimbang, termasuk pemberian ASI dominan pada anak usia di atas 10 bulan tanpa diimbangi MPASI yang cukup.
Dalam kegiatan ini, Mom Uung bersama tim medis membuka posko kesehatan untuk skrining ibu dan anak sekaligus memberikan edukasi terkait stunting, nutrisi, hingga teknik menyusui yang tepat.
Dokter spesialis anak, Ian Suryadi Suteja, mengungkapkan hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi yang perlu perhatian serius.
“Hasil skrining menunjukkan rata-rata anak di sini mengalami stunting akibat pola nutrisi yang belum tepat. Ini menjadi pengingat penting bagi orang tua untuk memahami tanda bayi menyusu dengan benar dan rutin memantau pertumbuhan,” ujarnya.
Ia menambahkan, deteksi dini menjadi kunci agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat. Selain pemeriksaan kesehatan, para ibu juga mendapatkan edukasi mulai dari teknik pelekatan, direct breastfeeding (DBF), hingga penggunaan pompa ASI.
Dokter Ikhsanuddin Qoth’i menekankan pentingnya kondisi psikologis ibu dalam proses menyusui.
“Kalau ibu merasa tenang, didukung, dan cukup istirahat, produksi ASI biasanya lebih optimal. Jadi bukan hanya soal teknik, tapi juga kenyamanan perasaan ibu,” jelasnya.
Founder Mom Uung, Uung Victoria Finky, menyebut gerakan ini sebagai upaya untuk hadir langsung di tengah masyarakat.
“Kami ingin tidak hanya hadir lewat produk, tapi juga datang langsung, memahami kebutuhan ibu, dan memberikan pendampingan nyata. Karena yang dibutuhkan ibu bukan hanya produk, tapi juga pemahaman dan rasa ditemani,” ujar Uung Victoria melalui siaran tertulisnya, Jumat 1 Mei 2026.