Muswil VII PII Jatim 2026 Digelar di Malang, Bahas Arah Insinyur Hadapi Ekonomi Hijau
- VIVA Jatim/Tito
Surabaya, VIVA Jatim – Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Jawa Timur akan menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) VII pada 9–10 Mei 2026 di Malang.
Agenda ini menjadi momentum penting bagi para insinyur untuk menentukan kepemimpinan baru sekaligus merumuskan arah organisasi dalam menghadapi tantangan ekonomi hijau dan digitalisasi industri.
Ketua PII Wilayah Jawa Timur, Dr. Ir. Gentur Prihantono, SP., ST., SH., MT., MH., IPU., ASEAN Eng., menegaskan bahwa peran insinyur sangat strategis dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Jawa Timur.
“Insinyur bukan sekadar pelaksana teknis, melainkan dirijen inovasi yang harus memastikan setiap pembangunan di Jawa Timur aman, efisien, dan berkelanjutan sesuai amanat undang-undang,” ujarnya.
Muswil VII PII Jatim akan menjadi forum pemilihan Ketua Pengurus Wilayah (PW) untuk periode berikutnya.
Selain itu, forum ini juga akan menyusun garis besar haluan organisasi yang relevan dengan perkembangan industri dalam tiga tahun ke depan.
Fokus pembahasan diarahkan pada penguatan peran insinyur dalam menghadapi transformasi menuju ekonomi hijau serta percepatan digitalisasi sektor industri.
Ketua Pelaksana, Dr. Ir. Fachrul Kurniawan, ST, M.MT., IPU., menyebutkan bahwa kegiatan ini akan dihadiri oleh Pengurus Pusat PII, pengurus wilayah se-Jawa dan Bali, serta delegasi dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.
Selain itu, Muswil juga melibatkan akademisi dan pelaku industri sebagai bagian dari kolaborasi lintas sektor.
"Dalam rangkaian acara, PII Jatim turut menggelar pameran produk dan karya inovasi keinsinyuran dari ekosistem anggotanya," urainnya.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Muswil VII PII Jatim di wilayahnya.
“Kota Malang mendukung penuh agenda pelaksanaan musyawarah wilayah dan siap memberikan yang terbaik bagi akselerasi inovasi keinsinyuran,” kata Wahyu Hidayat.
Muswil ini diharapkan mampu melahirkan gagasan progresif yang memperkuat peran insinyur dalam pembangunan daerah, sekaligus mendorong Jawa Timur sebagai pusat logistik dan industri nasional.