Polisi Beberkan Motif Badut di Mojokerto Bunuh Mertua-Lukai Istri
- M. Lutfi Hermansyah
Mojokerto, VIVA Jatim-Polisi mengungkap tabir di balik aksi pembunuhan sadis yang dilakukan oleh Satuan (43) terhadap ibu mertuanya, Siti Arofah (53), di Dusun Sumbertempur, Desa Sumbergirang, Kecamatan Puri, Mojokerto.
Selain menewaskan sang mertua, pria yang sehari-hari bekerja sebagai badut keliling ini juga menganiaya istrinya sendiri, Sri Wahyuni (36).
Kapolres Mojokerto, AKBP Andi Yudha Pranata, menjelaskan, tindakan nekat tersangka dipicu oleh akumulasi kemarahan akibat kombinasi rasa cemburu dan permasalahan ekonomi yang menahun.
Kepada penyidik, Satuan mengaku curiga sang istri berselingkuh. Selain itu, kondisi finansial keluarga yang tidak stabil sering memicu keributan. Penghasilan tersangka dari mengamen badut, berjualan balon, serta mainan keliling dianggap tidak mencukupi kebutuhan rumah tangga.
“Motifnya pertama, yang bersangkutan cemburu. Kedua, istrinya dianggap tidak bertanggung jawab terhadap keluarga. Dan ketiga, persoalan ekonomi. Di keluarga ini nampaknya ada disparitas antara korban (Wahyuni) dan suami,” ungkap AKBP Andi saat konferensi pers, Kamis, 7 Mei 2026.
Tragedi ini bermula dari pertengkaran hebat antara Satuan dan Wahyuni pada Rabu, 6 Mei 2026 pagi. Dalam puncak emosinya, Satuan tega membenturkan wajah istrinya ke tembok hingga bersimbah darah.
Di tengah aksi penganiayaan tersebut, Siti Arofah (mertua pelaku) masuk ke dalam rumah melalui pintu belakang. Kehadiran Siti membuat Satuan panik. Secara spontan, ia mengambil pisau dapur dan menikam perut serta leher mertuanya hingga korban tewas seketika di lokasi kejadian.
“Tersangka menghabisi nyawa mertuanya murni karena panik saat aksinya terhadap Wahyuni tepergok. Meski sebelumnya mereka memang sering berselisih, namun penikaman tersebut dipicu kondisi panik sesaat,” tambah Andi.
Pasca kejadian, polisi bergerak cepat. Tim gabungan Satreskrim Polres Mojokerto berhasil meringkus Satuan di daerah Asemrowo, Surabaya, sekitar pukul 14.00 WIB, atau hanya berselang enam jam setelah laporan diterima.
Jenazah Siti dievakuasi ke RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong, Sidoarjo untuk keperluan autopsi. Sedangkan yang menderita luka lebam di wajah dan darah di bagian dada. Wahyuni Saat ini tengah menjalani perawatan intensif di RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto.