ISKI Jatim Dorong Perkuat Budaya Komunikasi Humanis dan Literasi

Silaturahmi ISKI Jawa Timur.
Sumber :
  • Rachmad Fahrizal Tito

Surabaya, VIVA Jatim-Ketua Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Jawa Timur, Suko Widodo, mendorong penguatan budaya komunikasi dan literasi di tengah masyarakat guna membangun komunikasi publik yang lebih humanis dan beretika.

img_title Raih Adiwiyata Mandiri, Menteri Jumhur Nilai SMAN 1 Gresik Layak Jadi Teladan Nasional

Menurutnya, kalangan akademisi komunikasi perlu lebih aktif membangun forum diskusi rutin sekaligus mendokumentasikan gagasan melalui tulisan maupun buku.

“Kita terlalu banyak bicara, tetapi sering tidak punya dokumentasi dan ruang diskusi yang kuat,” ujarnya dalam Silaturahmi ISKI Jawa Timur di Surabaya, kemarin.

img_title Sebanyak 618.479 Murid Baru di Jatim Ikuti MPLS Mulai 13 Juli, Dindik Larang Perpeloncoan

Suko menilai budaya literasi di kalangan akademisi dan praktisi komunikasi masih perlu diperkuat agar berbagai pemikiran dan pengalaman tidak hilang begitu saja.

Ia menegaskan bahwa ilmu komunikasi berkembang dari berbagai disiplin, mulai dari psikologi, sosiologi, media penyiaran, hingga praktik jurnalistik. Karena itu, menurutnya, ruang kolaborasi lintas profesi menjadi penting untuk memperkaya perspektif komunikasi publik.

img_title Khofifah Sebut Proses Penjaringan Siswa Sekolah Rakyat di Jatim Berjalan Lancar

Dalam forum yang dihadiri akademisi, praktisi media, humas, psikolog, hingga pengusaha tersebut, Suko juga menyoroti pentingnya etika dialog di era digital.

Ia mencontohkan budaya komunikasi di Jepang yang mengajarkan anak-anak berbicara dengan menghormati lawan bicara dan tidak memotong pembicaraan.

“Hal-hal sederhana seperti menghargai lawan bicara sangat penting dalam budaya komunikasi,” katanya.

Suko menambahkan, kemampuan mendengar, empati, dan komunikasi santun harus terus dibangun di tengah masyarakat yang semakin aktif di media sosial.

Ke depan, ia berharap ISKI Jawa Timur dapat menjadi ruang kolaborasi antara akademisi dan praktisi dalam memperkuat tradisi komunikasi yang sehat.

Selain itu, organisasi profesi komunikasi juga diharapkan mampu memberi kontribusi terhadap peningkatan kualitas komunikasi publik dan pencerahan masyarakat di Indonesia.