Satpam Tewas Bersimbah Darah di Sukomanunggal Surabaya, Diduga Korban Pembunuhan
- Istimewa
Surabaya, VIVA Jatim-Seorang petugas keamanan alias Satpam ditemukan tidak bernyawa dalam kondisi berlumuran darah di sebuah bangunan mangkrak di Jalan Sukomanunggal Jaya 11-15, Surabaya. Diduga korban meninggal karena dibunuh.
Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Sukomanunggal Komisaris Polisi (Kompol) Muhammad Akhyar menyebut, identitas korban diketahui berinisial D, berusia 34 tahun.
Dia menjelaskan, korban pertama kali ditemukan meninggal dunia oleh Kepala Sekuriti atas nama Sutarno di sebuah pos jaga sekitar pukul 05.30 WIB. Saat itu kata Akhyar, korban masih mengenakan seragam Satpam yang biasa dipakai bertugas.
“TKP [Tempat Kejadian Perkara] di pos satpam atau pos sekuriti. Korbannya masih memakai pakaian sekuriti,” ujar Akhyar saat dikonfirmasi awak media.
Akhyar mengungkapkan, Sutarno awalnya merasa curiga karena lampu di pos keamanan masih dibiarkan menyala. Padahal semestinya sudah dimatikan karena waktu saat itu telah menunjukkan pukul 05.00 WIB.
“Dia [Sutarno] curiga kenapa lampunya jam 05.00 WIB belum mati. SOP [Standard Operational Procedure]-nya kan harus mati,” lanjut Akhyar.
Sutarno kemudian berkeliling di sekitar komplek untuk mencari keberadaan anak buahnya tersebut dengan mengecek ke musala. Sebab menurut pengakuan Sutarno kepada polisi, D selama ini dikenal rajin beribadah dan sering berdiam diri di tempat tersebut.
Sayangnya di musala, korban tidak ditemukan. Sutarno dikatakan Akhyar, lantas mencari ke tempat lain hingga akhirnya tubuh kaku D ditemukan tergeletaj berlumuran darah di dalam pos jaga.
“Dilihat di musala tidak ada. Saat berjalan ke arah pos security, saksi melihat bercak darah. Setelah dicek ke dalam, korban ditemukan sudah tergeletak,” tuturnya.
Berdasar penyelidikan awal, petugas kepolisian menduga bahwa D merupakan korban pembunuhan.
Pelakunya kata Akhyar, sempat mengambil telepon genggam milik korban. Hanya saja, barang berharga lain seperti sepeda motor masih berada di lokasi kejadian.
“Sepeda motor masih ada di samping, kuncinya juga masih tergantung. Jadi, kami belum mengetahui motif maupun modus operandi pelaku, kenapa hanya handphone yang diambil,” jelasnya.
Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan dan memburu pelaku. Polsek Sukomanunggal turut berkoordinasi dengan Polrestabes Surabaya untuk mengungkap kasus tersebut.