Kebakaran RSUD dr Soetomo Surabaya Diduga Gegara Korsleting Listrik di Ruang Farmasi
- Istimewa
Surabaya, VIVA Jatim – Kebakaran yang terjadi di Gedung PPJT Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soetomo Surabaya, Jumat, 15 Mei 2026, pagi, diduga dipicu korsleting listrik pada kabel lemari es di ruang farmasi lantai 5.
Dugaan tersebut disampaikan Kepala Bidang Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, Rokhim, berdasarkan hasil penanganan awal di lokasi kejadian.
Peristiwa kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 06.33 WIB di gedung yang berada di Jalan Prof Dr Moestopo, Kelurahan Airlangga, Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya. Petugas DPKP Kota Surabaya langsung bergerak satu menit setelah laporan diterima dan tiba di lokasi pada pukul 06.38 WIB.
“Berdasarkan hasil penanganan awal, titik api ditemukan di ruang farmasi lantai 5 dan diduga berasal dari korsleting listrik kabel lemari es farmasi,” ujar Rokhim.
DPKP Kota Surabaya mengerahkan total 13 unit tempur dan 5 unit rescue untuk melakukan pemadaman dan evakuasi pasien. Api pokok berhasil dipadamkan pada pukul 07.35 WIB, sementara proses pembasahan dan pendinginan selesai pada pukul 09.58 WIB.
Asap tebal sempat memenuhi beberapa lantai gedung sehingga petugas harus melakukan evakuasi pasien, terutama pasien ICU di lantai 6. Proses penyelamatan dilakukan menggunakan unit tangga atau bronto dari luar gedung, serta pemecahan sejumlah kaca dan penggunaan blower untuk mengeluarkan asap dari dalam bangunan.
Dari total 37 pasien yang berada di gedung tersebut, satu pasien inisial S (46), warga Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis IGD RSUD Dr Soetomo.
Meski kebakaran hanya menghanguskan area sekitar 4 x 3 meter di lantai 5, insiden tersebut memicu kepulan asap cukup tebal karena terjadi di dalam gedung bertingkat delapan lantai.
"Selain DPKP Kota Surabaya, penanganan kejadian ini juga melibatkan BPBD Kota Surabaya, Posko Terpadu Timur, TGC Posko Timur, PLN, Satpol PP Kota Surabaya, dan Dinas Perhubungan Kota Surabaya," tutupnya.